Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Jumlah Pasien Corona di Solo dan Langkah Pelacakan Dinas Kesehatan

Virus corona telah ditetapkan menjadi pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

ISTIMEWA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) mengenakan masker saat melakukan sidak di ruang isolasi RS Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020), terkait kesiapan mengantisipasi situasi terburuk menghadapi virus corona. 

TRIBUNJATENG.COM - Virus corona telah ditetapkan menjadi pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hingga kini, lebih dari lima ribu kasus virus corona berujung kematian.

Sementara itu total sudah ada 135 negara yang terinfeksi virus ini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di Jawa Tengah.

"Total jumlah pasien PDP di Jateng sebanyak 46 orang. Dari hasil cek laboratorium di Litbangkes, 37 orang di antaranya negatif corona," ungkap Ganjar saat konferensi pers, Jumat (13/3/2020) dilansir Kompas.com.

Sedangkan hingga kini sudah ada konfirmasi dua orang positif corona.

Prediksi PSIS Semarang vs Arema FC : Masalah Lini Pertahanan Hantui Singo Edan

Komunitas : Sahabat Tenggang Semarang Himpun Relawan dari Kalangan Mahasiswa

Kamar Bung Karno si Tawangmangu Ini Sering Dibooking Para Caleg di Malam Selasa dan Jumat Kliwon

Laga Persis Lawan PSCS Terancam Ditunda, Manajer PSCS: Tuan Rumah dan Tim Tamu Dirugikan

Keduanya dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo, dimana satu orang meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) lalu.

Sementara itu RSUD Dr Moewardi juga merawat secara intensif satu pasien yang baru masuk di ruang isolasi.

"Sedangkan pasien yang masih dirawat berjumlah 1 pasien di RSUD Kardinah Tegal, 2 pasien di RS Tidar Magelang, 1 pasien RSUD dr Margono Purworejo, 1 pasien RSUD Dr Moewardi Solo, 1 pasien RSUD Tugurejo dan 1 pasien RSUD dr Kariadi Semarang," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat konferensi pers di Puri Gedeh Semarang, Jumat (13/3/2020)
Tracking Kontak Pasien

Sementara itu Ganjar menyebut, langkah tracking pergerakan pasien positif corona yang meninggal dunia telah dilakukan.

Tracking dilakukan sejak pasien meninggal melakukan seminar di Bogor hingga pasien dikebumikan.

"Kita sudah melakukan tracking dari beberapa titik yang kemungkinan pasien yang meninggal ini kontak dengan banyak orang," katanya.

Sementara itu Ganjar mengungkapkan ada sejumlah toko di Solo ditutup sementara terkait tracking tersebut.

"Ada sekitar empat toko untuk kita minta ditutup dulu. Ada isolasi paling tidak selama sehari untuk dilakukan pengecekan full dari pemerintah," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved