Berita Semarang
Bukan Hantu dan Penculik, UIN Walisongo Semarang Ungkap Kebanyakan Anak Jalanan Takut Sosok Ini
Gempuran informasi tentang Virus Corona ternyata sampai ke telinga para anak-anak yang tinggal di kolong jembatan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Namun demikian, Ela menuturkan masyarakat tidak perlu takut ke ranah publik jika kegiatan itu penting.
Contohnya dalam kegiatan Minggu Pagi Ceria yang digalakkan oleh UKM FKHM. Seandainya takut kegiatan Minggu Pagi Ceria tentu diliburkan.
"Jangan takut terhadap virus Corona, virus tetaplah virus,tentu harus berani menghadapinya karena sebagai manusia telah dikaruniai akal untuk mengetahui cara mengatasi dan pencegahannya," tegasnya.
Diketahui acara Minggu Pagi Ceria digagas UKM FKHM, kegiatan tersebut digalakan lantaran melihat beberapa anak yang putus Sekolah, para anak korban penggusuran
"Kami tertarik melihat anak-anak sewaktu interaksi sangat ramah dan bertanya tentang pelajaran sekolah kepada kami untuk itu kami adakan Minggu Pagi Ceria," katanya.
Ela mengaku sudah izin kepada warga sekitar dan mereka mendukung kegiatan berupa memberikan edukasi kepada para anak mereka.
"Les belajar kecil-kecilan, intinya bermain dan belajar, sudah kami rutinkan mulai tiga minggu lalu," paparnya. (iwn)
• PAUD hingga SMP di Purbalingga Diliburkan 2 Minggu, Bupati Tiwi: Jangan Malah Piknik
• Jalur Pendakian Gunung Merbabu Sementara Ditutup Selama 14 Hari, Cegah Kerumunan Pendaki
• Antisipasi Virus Corona, Pemkab Pekalongan Liburkan Sekolah Selama 2 Minggu
• CFD Ditiadakan Sementara, Alun-Alun Pati Tetap Ramai