Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Curhatan Pasien Suspect Corona Jakarta: Di Ruangan Hanya Ada 3 Bed Kasur, Pasien Ada 6 Orang

Curhatan pasien suspect corona tersebut ditulis oleh Muhammad Fachri Muchtar di akun Twitter pribadinya.

Editor: m nur huda
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi berita seputar virus corona 

TRIBUNJATENG.COM - Belum lama ini muncul curhatan pasien suspect corona yang viral di media sosial.

Curhatan pasien suspect corona tersebut ditulis oleh Muhammad Fachri Muchtar di akun Twitter pribadinya, @fmuchtar_, Senin (16/3/2020).

Hingga Selasa (17/3/2020), cuitan tersebut telah diretweet lebih dari 50 ribu orang dan disukai lebih dari 81 ribu orang.

Kepada Tribunnews.com,  Fachri Muchtar membenarkan curhatan yang ia tulis adalah kisah nyata yang ia alami.

Mulanya, ia mengaku resah dengan kondisinya saat ini sebagai pasien suspect Covid-19.

Di laman Twitter pribadinya itu, ia kemudian menceritakan pengalamannya sebagai pasien di salah satu Rumah Sakit di Jakarta.

Curhatan mahasiswa saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta sebagai pasien suspect corona.
Curhatan mahasiswa saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta sebagai pasien suspect corona. (Twitter)

Ia juga membagikan keresahannya soal wabah virus corona.

"Baru aja semalam, gue dinyatakan sama dokter sebagai pasien suspect corona."

"Gejala yang gue alami ya demam, batuk, sesak nafas, pilek, sakit tenggorokan sama lemas," tulis @fmuchtar.

Ia mengaku, saat ini dirinya tengah menjalani karantina mandiri di rumah, setelah sebelumnya di rawat di ruang isolasi IGD.

Ia menceritakan, meski telah meminum obat-obat dari dokter, sakit sesak dan batuknya tak kunjung membaik.

Lantaran hal itu, pada Minggu (15/3/2020), Fachri memutuskan untuk pergi ke rumah sakit rujukan.

Sesampainya di rumah sakit yang menjadi rujukannya itu, ia langsung masuk ruang IGD untuk dilakukan pemeriksaan.

Mulai dari pertanyaan dari tenaga medis, cek darah hingga rontgen paru.

"Habis gue rontgen paru, gue dipindahkan ke ruang dekontaminasi, itu isinya orang batuk semua."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved