Breaking News:

Wabah Virus Corona

Masyarakat Diimbau Tak Bikin Hand Sanitizer Sendiri, Ini Penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran UI

"Jadi masyarakat, tolong berhati-hati. Ini bahan kimia," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam.

Editor: M Syofri Kurniawan
CDC
Ilustrasi penggunaan Hand Sanitizer 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Stok hand sanitizer atau pembersih tangan di tengah wabah virus corona (Covid-19) semakin langka di pasaran.

Sebagian orang mulai mencoba membuat hand santizer sendiri.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SsPD-KGEH, MMB mengatakan, pembuatan hand sanitizer idealnya dibuat oleh orang-orang yang memang memiliki pengetahuan dalam bidang terkait, seperti kimia atau farmasi.

Harusnya Isolasi Mandiri, Ibu di Solo Ini Malah Rewang dan ke Pasar, Kini 17 Rumah Diisolasi

Anggota DPRD Blora Marah-marah Dianggap Rendahkan TKW, Judy TKW Asal Cilacap Bikin Surat Terbuka

Makan Malam Berujung Petaka, 1 Keluarga Terinfeksi Virus Corona, Ibu dan 2 Anak Meninggal, 3 Kritis

Kompol Zaenul Kapolsek Pertama di Polrestabes Semarang Bergelar Doktor : Almarhum Pasti Tersenyum

"Saya tidak anjurkan masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan khusus untuk membuat sendiri," katanya dalam konferensi pers daring, Jumat (20/3/2020).

Ari menambahkan, salah satu bahan yang digunakan sebagai bahan baku hand sanitizer adalah alkohol 96 persen.

Namun, mencampurkan alkohol dan bahan-bahan lainnya dengan komposisi yang tepat membutuhkan keahlian tersendiri.

Sehingga jika dilakukan secara sembarang justru bisa menimbulkan risiko, misalnya campuran hand sanitizer tersebut tidak mampu membunuh virus.

Idealnya, kata Ari, virus akan mati dalam waktu satu menit setelah kita menggunakan hand sanitizer.

"Jadi setelah pakai (hand sanitizer) keringkan dulu satu menit, kita berharap kalau di tangan kita ada virus, virus tersebut akan mati dalam satu menit," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ari mengajak institusi-institusi pendidikan yang memiliki laboratorium kimia atau farmasi untuk turut membantu masyarakat dengan menyediakan hand sanitizer.

"Jadi masyarakat, tolong berhati-hati.

Ini bahan kimia," kata Ari. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dekan FK UI Imbau Masyarakat Tak Bikin Hand Sanitizer Sendiri"

Kami Tidak Diberi Senjata yang Lengkap, Kata Dokter yang Perangi Virus Corona

UPDATE Virus Corona di Jateng: 2.236 Orang Dalam Pemantauan, Positif Covid-19 di Semarang 6 Orang

Bupati Cellica Tiba-tiba Berhenti Pidato dan Minta Wakil Bupati Menggantikannya : Saya Agak Sesak

Fathur Babak Belur Dikeroyok Belasan Orang, Pelaku: Kamu Ikut Perguruan Silat Apa?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved