Wabah Virus Corona

Ahli Medis China Peringatkan Adanya Gejala Gelombang Susulan Wabah Virus Corona

Seorang pakar penanganan virus Corona China, Prof Li Lanjuan, memperingatkan negara itu sedang menghadapi gelombang kedua wabah.

fox8live.com | Johns Hopkins
Peta virus corona di dunia 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING – Seorang pakar penanganan virus Corona China, Prof Li Lanjuan, memperingatkan negara itu sedang menghadapi gelombang kedua wabah.

Indikasinya karena ada peningkatan jumlah infeksi yang terdeteksi di antara para pendatang baru dari luar negeri.

Peringatan Prof Li diwartakan China News dan dikutip DailyMail, Selasa (24/3/2020) WIB.

Profesor Li Lanjuan, anggota tim pakar Beijing tentang virus itu, mengatakan dia 'sangat khawatir kasus impor dapat memicu epidemi skala besar lainnya di negara kita'.

DPR dan Kemendikbud Sepakat UN Dihapus Tahun Ini, Kelulusan Berdasar Nilai Raport

BREAKING NEWS: Stok Darah di PMI Kota Semarang Tersisa Hari Ini Saja, Segeralah Berdonor

Tak Bisa Mencium Bau Jadi Gejala Baru Tertular Virus Corona atau Covid-19, Hasil Penelitian Terkini

Polisi Bubarkan Kerumunan Warga di Semarang, Imbau Patuhi Social Distancing

Komentarnya muncul setelah pejabat kesehatan melaporkan kasus pertama seseorang di negara yang diyakini telah tertular penyakit, yang dikenal sebagai COVID-19, dari orang lain yang kembali dari luar negeri.

Potensi ancaman juga datang ketika kehidupan di bekas episentrum wabah, Wuhan di Provinsi Hubei, perlahan-lahan kembali normal setelah terkunci selama dua bulan.

Pakar penanganan virus Corona China, Prof Li Lanjuan
Pakar penanganan virus Corona China, Prof Li Lanjuan (HUANG ZONGZHI / XINHUA)

Profesor berusia 73 tahun itu mengatakan kepada China News, kontrol dan pencegahan kasus impor adalah tugas yang 'sulit' bagi pekerja medis.

"Ini mengharuskan kami untuk terus mengintensifkan upaya kami dan bekerja tanpa lelah untuk mencegah epidemi pneumonia koronavirus menyebar di kota-kota lain," katanya.

Prof Li Lanjuan telah memimpin tim medisnya untuk memerangi virus di Wuhan selama lebih dari 50 hari.

Dia mengatakan kepada surat kabar pemerintah, People's Daily, di Wuhan, 'Misi di Wuhan belum selesai, dan masih ada banyak pasien kritis. Lebih jauh, saya pikir situasi saat ini di negara kita sangat sulit.”

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved