Berita Viral
Viral di Medsos Video 3 Bintara Polisi Dipukuli Ipda Septian Hingga Tak Sadarkan Diri Masuk RS
Terungkap kronologi 3 bintara polisi dipukuli hingga babak belur oleh seorang perwira polisi di Polres Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
TRIBUNJATENG.COM, PADANG - Viral di Medsos Video 3 Bintara Dipukuli Perwira Polisi Hingga Masuk Rumah Sakit.
Terungkap kronologi 3 bintara polisi dipukuli hingga babak belur oleh seorang perwira polisi di Polres Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Video 3 polisi dipukuli tersebut beredar viral di media sosial (medsos).
• 1 Orang Warga Kabupaten Semarang Positif Virus Corona, Dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro
• Pelayat Ibunda Jokowi di Solo Ikuti Protokoler Ketat, Pakai Masker Hingga Masuk Bilik Disinfektan
• Pertaruhkan Nyawa, Edi Kasir Minimarket Tangan Kosong Lumpuhkan Perampok Berpistol, Kena 3 Tembakan
• Mulai Besok, ASN Kudus Bekerja Dari Rumah Sampai 9 April 2020
Dalam insiden ini ada korban yang sampai dilarikan ke rumah sakit.
Informasi sementara, penyebab bintara polisi itu dipukuli karena terlambat apel.
Dalam video viral itu tampak tiga pria berseragam polisi dipukul pakai kopel oleh seorang pria yang juga berpakaian polisi.
Dari informasi yang didapat TribunPadang.com (grup Surya.co.id), kejadian tersebut berada di Polres Padang Pariaman.
Video tersebut telah beredar di media sosial Facebook.
Video itu diunggah oleh akun Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke pada Rabu (25/3/2020).
"Penganiayaan yg tdk pantas terjadi di tubuh Polri di Polres Padang Pariaman Polda Sumbar yang dilakukan oleh Ipda Septian Dwi Cahyo
yang mengakibatkan Personel masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri karna di pukul berkali kali
menggunakan kopel keras di bagian yg sangat sensitif yaitu di bagian kepala," tulis akun Firmansyah Padang TerapiStroke.
Hingga Rabu malam, video itu telah dibagikan oleh warganet sebanyak 472 kali.
Dalam video itu, terlihat tiga orang polisi sedang berlutut di sebuah lapangan.
Ketiga polisi yang tengah berlutut dipukul dengan kopel hingga ditendang oleh polisi yang disebut merupakan seorang Perwira.