Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mayat dalam Tandon

Misteri Kematian IRT dalam Tandon Air, Dari Diburu Bank Titil hingga Ditemukan Tewas Posisi Duduk

Jenazah Solekah (33), wanita yang ditemukan tewas di tandon air telah dimakamkan. Almarhumah di makamkan di tempat pemakaman umum Gunung Alap-alap

Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Proses evakuasi mayat wanita di dalam tandon air, Kamis (26/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Jenazah Solekah (33), wanita yang ditemukan tewas di tandon air telah dimakamkan.

Almarhumah di makamkan di tempat pemakaman umum Gunung Alap-alap Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang.

Jenazah korban yang terbungkus peti tiba di pemakaman sekira pukul 16.00 WIB.

Warga setempat segera menggelar salat jenazah di pinggir jalan, lalu dilanjutkan segera memakamkan korban.

Tokoh masyarakat, Suryanto menuturkan perwakilan warga dariKampung Sikluwung RT 6 Rw 1 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang yang mengambil jenazah di RSUP Kariadi pada Jumat (27/3) sekira pukul 14.00 WIB.

"Setelah melewati prosedur dan mengurus administrasi di rumah sakit, jenazah langsung kami bawa ke tempat pemakaman kampung setempat," katanya kepada Tribun Jateng.

Suryanto menuturkan kondisi rumah korban saat berada di TKP tanpa penghuni, lantaran suami korban masih berada di Polrestabes Semarang.

"Sedangkan kedua anak korban ikut paman dari keluarga ayahnya," jelasnya.

KISAH PILU Lansia Pasien Suspect Corona Meninggal di Ambulans, Ditolak 3 Rumah Sakit karena Penuh

FOTO-FOTO: Penguburan Jenazah Korban Corona, Keluarga Hanya Bisa Pandangi dan Doa Bersama dari Jauh

VIRAL! Video Petugas Kesehatan Tangani Corona Bernyanyi YNWA Buat Juergen Klopp Menangis

Jengkel Baim Wong keluar Rumah, Paula Verhoeven Paksa Semprot Tubuh Baim Disinfektan

Pengamatan Tribun Jateng, kondisi rumah almarhumah sampai sekarang masih terpasang garis polisi.

Kendati kunci rumah korban sudah ada yang menyimpan, yakni kerabat jauh korban.

Namun tidak berani masuk ke rumah tersebut, apalagi garis polisi juga masih terpasang di pintu kamar tempat korban ditemukan.

"Tadi tim Inafis ke sini pukul 10.00 WIB, tetapi cuma sebentar, mereka sepertinya mengecek kembali di dalam rumah," kata tetangga korban, Sri Rahayu.

"Korban merupakan sebatang kara karena orang tua, kakak sudah meninggal semua, sehingga jenazah diurusi warga setempat," bebernya.

Sebelumnya, warga dibuat geger lantaran ditemukan mayat perempuan di dalam tandon air.

Kondisi mayat sudah membusuk,. Posisi mayat dalam keadaan duduk dengan mengenakan kaos lengan pendek warna hijau bertuliskan New York, dengan lengan warna abu-abu.

Bau busuk langsung menghantam hidung saat masuk ke dalam ruangan kamar di rumah korban seluas 3 x 4 meter persegi yang bercat putih kusam.

Tampak lalat berkerumun di tandon air tempat korban di temukan.

Penemuan mayat tersebut, ternyata ditindaklanjuti langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis, dia bersama penyidik memeriksa kondisi rumah korban.

Namun selepas memantau di tempat kejadian, Kapolrestabes langsung meninggalkan tempat kejadian dan belum bisa memberikan keterangan.

Korban dievakuasi menggunakan bambu sepanjang sekira lima meter.

Proses evakuasi sedikit menyulitkan petugas lantaran jalan menuju rumah korban curam dengan kontur menurun dan menikung sehingga sulit dilalui mobil ambulance.

Petugas akhirnya menggotong tandon yang berisi mayat korban sejauh sekira 30 meter.

Mayat beserta tandonnya dibawa ke RSUP Kariadi untuk kepentingan visum.

Tampak suami korban dan keponakanya di bawa oleh tim penyidik Polrestabes Semarang.

Suasana pemakaman almarhumah Solekah (33) wanita yang ditemukan tewas di tandon air telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Gunung Alap-alap Kelurahan Tandang, Jumat (27/3/2020).
Suasana pemakaman almarhumah Solekah (33) wanita yang ditemukan tewas di tandon air telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Gunung Alap-alap Kelurahan Tandang, Jumat (27/3/2020). (TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO)

Korban pertama kali ditemukan oleh suami korban, Budi Sapto (35) dan keponakan korban, Kamis (26/3) sekira pukul 14.00 WIB.

Ketika itu, suami korban akan salat, dia mencium bau menyengat dan melihat banyak lalat di ruangan tengah yang difungsikan sebagai gudang.

Lantas Budi memanggil keponakanya untuk membantu mencari asal bau tersebut lantaran dikira berasal dari bangkai tikus.

Kedua orang tersebut sepakat bahwa bau berasal dari kamar yang difungsikan sebagai gudang.

Namun ketika mau masuk melalui pintu dalam posisi pintu terkunci, sehingga mereka masuk ke dalam gudang melalui pintu satunya lagi yang berada di depan.

Ternyata bau bangkai tersebut berasal dari dalam tandon air yang tutup tandon hanya tertutup sebagian.

Lalu Budi menyuruh keponakan untuk membuka tutup tandon dengan gagang sapu, setelah terbuka ternyata ada korban dalam keadaan telah meninggal.

Bahkan, informasi yang diterima Tribun Jateng, korban sempat bercerita kepada suaminya sedang ada masalah yaitu nama korban dicatut oleh tetangganya untuk meminjam uang di bank titil.

Ternyata tetangganya tersebut macet membayar utang sehingga korban jadi buruan bank titil tersebut.

Namun persoalan itu akhirnya telah diselesaikan oleh suami korban.

Selepas kejadian itu, korban tampak sering linglung.

Korban terakhir di rumah Jumat (13/3) sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu suami korban yang baru bangun tidur sudah tidak mendapati korban di rumah.

Korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarga di Polsek Tembalang pada Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB.

suami korban menuturkan korban sempat dikabarkan hilang, lalu ditemukan oleh pihak keluarga lantaran mencium aroma busuk dari sebuah ruangan atau kamar di berada di sisi tengah rumah tersebut.

"Dua hari lalu dikira bau busuk itu aroma bau tikus, ternyata setelah dicari ke sumber bau, ditemukan mayat korban," jelasnya.

Budi mengatakan, korban tinggal satu rumah bersama suami dan dua anak laki-laki masing-masing masih duduk di kelas 2 SD dan TK kecil.

"Kasihan anak-anaknya masih kecil semua," terang Ketua RT 6, Budi Doyo. (iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved