Breaking News:

Wabah Virus Corona

Virus Corona Paling Menular Hanya di Minggu Pertama Gejala, Ini Hasil Penelitiannya

para peneliti melakukan uji coba sampel air liur pada 23 pasien terinfeksi Covid-19 di dua rumah sakit di Hong Kong

Editor: muslimah
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Virus Corona Paling Menular Hanya di Minggu Pertama Gejala, Ini Hasil Penelitiannya

TRIBUNJATENG.COM – Wabah virus corona yang melanda dunia membuat banyak orang menjadi khawatir dan cemas.

Akhirnya masyarakat menjadi fokus memikirkan bagaimana caranya agar tidak tertular virus corona ini.

Meski banyak orang yang tahu bagaimana virus ini menyebar dari media, banyak pula yang masih bingung kok bisa tetangga sebelah rumahnya tertular padahal dia tidak pergi ke mana-mana.

Alasan Keluarga Buka Plastik dan Mandikan Jenazah EY yang Berstatus PDP, Kini Mereka Dikarantina

90 Persen Virus Corona Masuk Melalui 3 Bagian Tubuh Ini, Berikut Penjelasan Kepala BNPB

Nagita Slavina Nangis Jadi Trending Twitter Gara-gara Raffi Ahmad, Ada Apa?

Pilu Hati MN, Dapat Kiriman Capture Video Hubungan Suami Istri, Pelakunya Dia dan Mantan Pacar

Sebuah penelitian di Hong Kong mengungkapkan pandemi virus corona menular paling cepat saat minggu pertama gejala muncul.  

Hal ini disebabkan beban virus ini lebih tinggi pada periode ini.

Berdasarkan makalah yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet, para peneliti melakukan uji coba sampel air liur pada 23 pasien terinfeksi Covid-19 di dua rumah sakit di Hong Kong. Rata-rata pasien berusia 35 hingga 75 tahun.

Hasilnya, beban virus berada pada situasi tertinggi saat tujuh hari pertama setelah gejala muncul lalu menurun secara bertahap, seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (26/3/2020).

"Beban virus di minggu pertama membuat virus bertransmisi dari satu orang ke orang lain dengan mudah sebelum mereka dirawat di rumah sakit," ucap Kelvin To Kai-wang, profesor asosiasi klinis di Departemen Mikrobiologi, University of Hong Kong.

Sejauh ini, virus telah menginfeksi lebih dari 400.000 orang di seluruh dunia dan menyebabkan angka kematian sekitar 16.000 orang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved