Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Sosialisasikan Bahaya Corona, Seorang Kepala Kampung Malah Digebuki Warganya hingga Babak Belur

Kepala kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini, dianiaya setelah melakukan sosialisasi akan bahaya virus corona atau Covid-19.

Tayang:
Editor: m nur huda
Ilustrasi pemukulan.(Kompas.com/ Ericssen) 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang kepala kampung, Bakhtiar (51) dianiaya warganya sendiri.

Bakhtiar yang merupakan kepala kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini, dianiaya setelah melakukan sosialisasi akan bahaya virus corona atau Covid-19.

Atas kejadian tersebut kepala kampung Koto Rawang, Nagari arau Desa Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu terpaksa dilarikan ke puskesmas setempat.

Viral Penjual Nasi Goreng Kocak Tanyakan Virus Corona Keluar Jam Berapa kepada TNI

Najwa Shihab Skakmat Yasonna Laoly soal Napi Koruptor Bebas Dampak Virus Corona: Cek Setya Novanto

Update Corona 4 April di 32 Provinsi: DKI Jakarta 1.028 Kasus Positif, Jateng 120 Kasus

Syekh Puji Dikabarkan Nikahi Anak 7 Tahun, KPAI: Kami Tolak Segala Bentuk Perkawinan Anak

Dia mendapat pukulan di kepalanya dari seorang warga berinisial EM (55).

Kapolsek Lengayang, Iptu Beni Hari M membenarkan adanya peristiwa penganiayaan terhadap kelapa kampung tersebut.

"Betul ada kepala kampung yang dianiaya oleh seorang warga gara-gara sosialisasi Covid-19," kata Beni (4/4/2020).

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam di wajah.

Beni mengatakan kejadian penganiayaan itu berawal saat Bakhtiar melakukan sosialisasi pencegahan virus corona di kampungnya.

Kala itu Bakhtiar sedang menyosialisasikan bahaya virus corona di sebuah warung di kampung tersebut.

Sesuai anjuran pemerintah yang mengimbau masyarakat melakukan physical distancing serta tidak bergerumul, Bakhtiar pun menegur para remaja tersebut.

Bakhtiar menegur dan menyarankan remaja-remaja tersebut berhenti berkumpul dan pulang ke rumah masing-masing.

Setelah ditegur oleh Bakhtiar, kerumunan remaja itu pun bubar dan Bakhtiar melanjutkan sosialisasinya.

Namun beberapa saat kemudian, Bakhtiar tiba-tiba didatangi oleh seorang warga berinisial EM.

"Setelah itu Bakhtiar kembali melanjutkan sosialisasinya. Namun tidak beberapa lama, datang EM yang merasa tidak senang keponakannya dibubarkan saat bermain di warung," jelas Beni.

EM kemudian melakukan penganiayaan yang menyebabkan Bakhtiar mengalami luka lebam di wajah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved