Breaking News:

Virus Corona Jateng

Pemkab Karanganyar Kebut Pendataan Karyawan yang Dirumahkan dan PHK karena Virus Corona

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengejar pendataan karyawan perusahaan yang dirumahkan dan di Putus Hubungan Kerja (PHK) karena dampak wabah

TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Plt Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengejar pendataan karyawan perusahaan yang dirumahkan dan di Putus Hubungan Kerja (PHK) karena dampak wabahnya virus corona atau covid-19.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar telah mengirimkan surat kepada Apindo, serikat buruh dan HRD beberapa perusahaan supaya mendata karyawannya yang dirumahkan dan di PHK.

Di wilayah Karanganyar terdapat sekitar 600 perusahaan baik dalam skala kecil, menengah dan besar.

Pengakuan Penggali Kubur Jenazah Pasien Virus Corona: Ketika Ambulans Tiba, Jantung Berdegub Cepat

Temuan Para Ilmuwan Terbaru Ada 5 Kelemahan Virus Corona dan Karakteristiknya

Bisnisnya Kena Imbas Virus Corona, Daniel Mananta: Mungkin Masih Bisa Nafas 6 Bulan ke Depan

Masih Ingat Driver Ojol Ditipu Penumpang Setelah Antar Sejauh 230 Km? Begini Nasibnya Sekarang

Namun sampai saat ini baru satu perusahaan yang melaporkan jumlah karyawannya yang terdampak.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar, Martadi mengatakan, sampai saat ini baru satu perusahaan yang menyetorkan data karyawannya yang dirumahkan atau di PHK karena wabah corona.

"Kemarin ada dari PT Pamor (tekstil). 500 an karyawan yang dirumahkan. Pendataan sebenarnya secepatnya, tidak ada pembatasan waktu.

Karena Jateng mendapatkan alokasi sekitar 421.000 kartu pra kerja dan itu tidak dibagi alokasi per kabupaten tapi per data masuk," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (7/4/2020).

Dijelaskannya, surat yang dikirimkan melalui Apindo, serikat buruh dan HRD perusahaan merupakan langkah cepat dalam memperoleh data berapa karyawan yang dirumahkan maupun di PHK.

Setelah mendapatkan data, pihaknya akan menyampaikan data tersebut ke provinsi untuk diteruskan ke pusat.

Lanjut Martadi, proses seleski dilakukan di pusat, mungkin akan dicek melalui nomor KTP, nomor telepon dan sebagainya.

"Setelah dinyatakan lolos, (data) dikirim ke daerah untuk mengikuti pelatihan dan baru mendapatkan kartu pra kerja," terangnya.

Pihaknya akan terus mendesak supaya beberapa perusahaan segera mengirimkan data karyawannya yang terdampak karena situasi pandemi virus corona.

"Kami sudah perintahkan bagian perdagangan untuk mendata PKL, dari Hubungan Industrial (HI) juga berkomunikasi dengan perusahaan supaya segera menyetorkan data," pungkasnya. (Ais).

UPDATE Harga Gula Pasir di Kab Tegal di Tengah Wabah Virus Corona, Ada yang Jual Rp 20 Ribu per Kg

Masih Ingat Driver Ojol Ditipu Penumpang Setelah Antar Sejauh 230 Km? Begini Nasibnya Sekarang

Dampak Virus Corona, Dispernaker Sebut Puluhan Karyawan di Kota Salatiga Dirumahkan Tanpa Dibayar

15 Ribu Paket Sembako Disiapkan Pemkot Salatiga untuk Warga Terdampak Wabah Virus Corona

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved