Berita Tegal

Sering Dirobohkan Warga, Pemkot Tegal Pasang MCB Beton dengan Berat 4 Ton

Akibat sering dirobohkan warga, Pemkot Tegal mengganti ukuran pembatas beton yang melintang di Jalan Hanoman Kota Tegal dengan berat 4 ton

Istimewa
Pembatas beton di Jalan Hanoman saat masih menggunakan MCB beton berukuran panjang 1 meter, tinggi 80 centimeter, dan berat 600 kilogram. Warga merobohkannya supaya bisa dilalui kendaraan sepeda bermotor. (foto warga) 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Akibat sering dirobohkan warga, Pemerintah Kota Tegal akhirnya mengganti ukuran pembatas beton yang melintang di Jalan Hanoman Kota Tegal.

Pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB) yang semula memiliki berat 600 kilogram, diganti dengan MCB beton dengan berat 4 ton lebih.

Seorang warga, Dani Satria (19) mengatakan, Jalan Hanoman menjadi lalu lintas yang menghubungkan warga Kelurahan Slerok Kota Tegal dan warga Desa Mejasem Kabupaten Tegal.

Corona Meneror, Perilaku Geng Narkoba Meksiko yang Dikenal Brutal Berubah Total, Ini Kegiatan Mereka

Obat Sembuh Virus Corona Ala Ori Kurniawan: Makan Terlur Rebus & Berjemur

Seorang Anggota Polisi Positif Corona di DIY, Riwayat Ke Jakarta dan Mampir Rumah Makan

Update Corona Cilacap 8 April 2020: Jumlah ODP Capai Seribu Lebih, PDP Tambah 2 Orang

Ia menjelaskan, MCB beton itu diganti pada, Selasa (7/4/2020) pukul 21.00 WIB.

Menurut Dani, kemungkin MCB beton diganti karena sering dirobohkan oleh warga.

"Sebelumnya kan di sini pakai beton kecil. Didorong bareng- bareng oleh warga. Ya tiga kali dirobohkan ada," kata Dani kepada tribunjateng.com, Rabu (8/4/2020).

Pembatas beton di Jalan Hanoman saat masih menggunakan MCB beton berukuran panjang 1 meter, tinggi 80 centimeter, dan berat 600 kilogram. Warga merobohkannya supaya bisa dilalui kendaraan sepeda bermotor. (foto warga)
Pembatas beton di Jalan Hanoman saat masih menggunakan MCB beton berukuran panjang 1 meter, tinggi 80 centimeter, dan berat 600 kilogram. Warga merobohkannya supaya bisa dilalui kendaraan sepeda bermotor. (foto warga) (Istimewa)

Dani menjelaskan, bahkan MCB beton pernah didobel oleh petugas.

Namun tetap bisa dirobohkan oleh warga.

Ia sendiri menilai, kabijakan isolasi wilayah bagus untuk mewaspadai warga luar daerah yang mau masuk ke Kota Tegal.

Namun, ia menilai lima akses masuk yang disediakan Pemkot Tegal masih kurang.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved