Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Tersisa 3 Alat Rapid Tes, Keluarga Pasien Positif Virus Corona di Kudus Belum Bisa ‎Diperiksa

Terbatasnya jumlah rapid tes membuat pemeriksaan kesehatan keluarga pasien yang positif covid-19 tidak optimal.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww
ILUSTRASI - Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Terbatasnya jumlah rapid tes membuat pemeriksaan kesehatan keluarga pasien yang positif covid-19 tidak optimal.

Kepala Bidang P‎encegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nasiban menjelaskan, satu orang pasien yang positif covid-19 memiliki delapan orang anggota keluarga.

Padahal jumlah rapid tes corona yang tersedia hanya tiga buah, sehingga hanya cukup untuk tiga orang.

Seorang Anggota Polisi Positif Corona di DIY, Riwayat Ke Jakarta dan Mampir Rumah Makan

Detik-detik Jerit Kesedihan Ratusan Pegawai Ramayana Depok Pecah saat Tahu Kena PHK, Videonya Viral

Obat Sembuh Virus Corona Ala Ori Kurniawan: Makan Terlur Rebus & Berjemur

UPDATE Pasien Positif Corona Bertambah 1 di Pati

Sedangkan lima orang anggota keluarga belum bisa diperiksa kondisi kesehatannya.

"Keluarga yang positif ada delapan orang, makanya ini kami melakukan rapid test prioritaskan dulu untuk anggota keluarga yang sering berpergian," jelasnya.

Menurutnya, ada anak dari pasien yang positif covid-19 tersebut ‎yang bekerja hingga ke Kabupaten Pati.

Sehingga pihaknya akan memfokuskan rapid tes tersebut kepada anggota keluarga yang sering keluar kota.

"Sedangkan yang belum rapid tes corono, akan menyusul berikutnya, ketika sudah ada yang datang," jelas dia.

Dia menjelaskan, saat ini tengah mengupayakan pengadaan rapid tes tersebut yang telah dianggarkan sebesar Rp 1 miliar.

Namun, pihaknya yang telah bekerjasama dengan tujuh vendor itu masih kesulitan memperoleh barang.

"Secara jumlah dengan anggaran Rp 1 miliar itu kami bisa mendapat 200 boks, satu boks isinya 50 buah jadi totalnya 10.000," ujar dia.

Sedangkan untuk virus transport media (VTM) pihaknya menganggarkan Rp 429 juta untuk 14.300 buah.

Pihaknya hingga saat ini juga belum memperoleh alat kesehatan tersebut.

"Informasinya barang itu akan tersedia sekitar akhir Mei 2020, tapi tentu kami akan lihat situasi dulu karena belum tentu saat itu masih dibutuhkan," ujar dia.

Sementara itu, ‎Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengakui jika rapid tes hanya tersisa tiga buah sehingga pihaknya akan memaksimalkan untuk keluarga yang positif covid-19.

"Rapid tes tinggal tiga buah, VTM juga terbatas, sementara kami akan maksimalkan itu," jelas dia.

Pihaknya juga akan melakukan pelacakan pasien telah kontak dengan siapa saja agar tidak merebak.

Dia menganjurkan kepada masyarakat yang sakit dan sehat tetap menggunakan masker setiap hari.

"Orang tanpa gejala ini patut diwaspadai, makanya wajib pakai masker.

Yang tidak pakai masker saja di sini saya suruh keluar," ujar dia. (raf)

BPJS Kesehatan KC Purwokerto Tak Ubah Jam Layanan Layanan di Tengah Pandemi Virus Corona

Diduga Epilepsinya Kambuh saat Memancing, Sefanus Ditemukan Tak Bernyawa di Mengambang Sungai

2,5 Tahun Gaji Disumbangkan Tangani Virus Corona, Wabup Cilacap : Alhamdulillah Istri juga Ridho

Nasib Pekerja Part Time di Tengah Wabah Virus Corona : Karyawan Tetap Saja Dirumahkan Apalagi Kami

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved