Ngopi Pagi
FOKUS : Kemukus Bungkus
Dulu, wabah penyakit dikaitkan dengan peristiwa mistis. Semisal mitos lampor, hantu pembawa maut berwujud bola arwah Konon
Penulis: sujarwo | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM -- Dulu, wabah penyakit dikaitkan dengan peristiwa mistis. Semisal mitos lampor, hantu pembawa maut berwujud bola arwah Konon, Lampor mencari korbannya seringkali di bulan Sapar pada malam hari.
Dwi Cahyono, arkeolog yang mengajar sejarah di Universitas Negeri Malang, mengatakan isu setan Lampor pernah marak di Jawa Tengah dan Timur sampai pada 1960-an.
Desas-desus seputar Lampor, menurutnya, kemungkinan muncul manakala banyak terjadi wabah penyakit pada masa lampau.
Kemudian, muncul istilah pagebluk lampor. Lampor sendiri, secara harafiah. berasal dari kata Jawa Kuna, lampur. Artinya mengembara atau bepergian. Sedangkan pagebluk adalah istilah Jawa untuk menyebut wabah penyakit.
Istilah pagebluk lampor, kata Dwi, kemudian memberi penegasan kalau pada masa lalu mungkin pernah terjadi pagebluk yang dahsyat dampaknya. Soal dahsyatnya pagebluk ini, ada perkataan dalam bahasa Jawa Baru yang populer. "Isuk loro, sore mati," ujarnya.
Orang dulu mempercayai adanya pertanda atau tetenger sebelum wabah itu datang.
Pada zaman Mataram Islam, misalnya, pagebluk dihubungkan dengan kemunculan bintang berekor atau komet. Orang Jawa menyebutnya lintang kemukus.
Menurut tradisi mereka, kata Dwi, kemunculan komet pada arah tertentu memiliki arti, di antaranya sebagai pertanda kemunculan pagebluk.
"Memang umumnya penampakkan komet dimaknai sebagai membawa ‘hal yang kurang baik’, kecuali apabila muncul di arah barat," jelasnya.
Itu dulu. Kini, kurang atau bahkan tidak lagi diperhatikan tentang tetenger seperti itu. Sebelum pandemi virus Corona atau Covid-19, apakah didahaului semacam kemunculan lintang kemungkus?
Sepertinya tak ada lagi yang peduli, mempertanyakan maupun mencari jawabannya.
Apalagi, wabah corona hingga kini masih belum jelas kapan bakal berakhir. Korban terus berjatuhan.
Tercatat pada Jumat (10/4), korban meninggal setelah positif tertular virus corona di seluruh dunia sudah melewati 100.000 orang. Sungguh angka memilukan.
Di Indonesia sendiri, mengacu data pemerintah pada Minggu (12/4), jumlah pasien Covid-19 masih terus bertambah. Berdasarkan data hingga Minggu (12/4) pukul 12.00, terjadi penambahan 399 pasien.
Sehingga total 4.241 pasien Covid-19 di Tanah Air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)