Ngopi Pagi
FOKUS : Kemukus Bungkus
Dulu, wabah penyakit dikaitkan dengan peristiwa mistis. Semisal mitos lampor, hantu pembawa maut berwujud bola arwah Konon
Penulis: sujarwo | Editor: Catur waskito Edy
Jumlah pasien sembuh melonjak, bertambah 73 orang. Sehingga total ada 359 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Kemudian, terdapat penambahan pasien yang meninggal dunia 46 pasien. T
otal terdapat 373 kasus yang meninggal pasien.
Ada beberapa upaya mencegah penyebaran corona. Satu di antaranya adalah menghindari kerumunan. Imbauan ini kemudian dielaborasi warga dunia maya dengan gerakan bungkus makanan.
Demi memutus rantai penyebaran corona COVID-19, seruan untuk bungkus makanan dan tak mengonsumsinya di tempat pun diserukan. Salah satu yang menyuarakan adalah akun Instagram @darihalte_kehalte.
"Usahakan untuk #BeliBawaPulangDHKH #DiBungkusAjaDHKH ya," tulis akun tersebut di salah satu unggahan Instagram Story, Selasa, 17 Maret 2020.
Sebelumnya, para pengguna Twitter juga sudah menyuarakan gerakan untuk membungkus makanan guna mengelaborasi social distancing yang belakangan digaungkan sebagai upaya pencegahan corona COVID-19.
Kesadaran pencegahan, memutus rantai penyebaran corona dengan gerakan bungkus makanan, memang perlu terus disuarakan.
Tak perlu menunda untuk melakukannya. Ibaratnya jangan menunggu dulu tetenger bakal terjadi wabah penyakit seperti kemunculan lintang kemukus, baru kemudian waspada atau menjaga diri agar selamat dari pagebluk. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)