Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

RSUD Dr Loekmono Hadi Belum Dapat Bantuan APD, Ini Alasan Dinkes Kudus

Dinas Kesehatan Ka‎bupaten Kudus kesulitan memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) RSUD Dr Loekmono Hadi Kabupaten Kudus yang mencapai 250 buah p

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
RSUD Dr Loekmono Hadi Kudus menggelar rapat bersama Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Senin (13/4/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Kesehatan Ka‎bupaten Kudus kesulitan memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) RSUD Dr Loekmono Hadi Kabupaten Kudus yang mencapai 250 buah per hari.

Kepala Bidang P‎encegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nasiban menjelaskan, kesulitan memenuhi kebutuhan APD di RSUD Dr Loekmono Hadi yang memerlukan sedikitnya 250 APD dalam sehari.

"Kami sulit memenuhi kebutuhan APD di RSUD, karena kebutuhannya 250 APD per hari sehingga kalau diberi semua paling hanya bertahan 3-4 hari saja," ujarnya.

Bima Arya Sembuh Corona, Walikota Bogor Rutin Minum Air Rebusan Jahe dan Sirih Merah Selama di RS

Tubuh Ganjar Terbakar Saat Mainan Hand Sanitizer

Ilmuwan China Teliti Kelelawar dari Goa Diduga Asal Virus Corona, Dana dari AS, Teori Konspirasi?

Harga Oppo A9 2020 Turun Lagi, Ini Harganya Sekarang

Dari anggaran total sebesar Rp 15,3 miliar pihaknya hanya menganggarkan untuk APD sebesar Rp 2 miliar untuk 3.078 buah

"Rencananya dalam pekan depan akan datang secara bertahap," ujar dia.

Menurut Nasiban, saat ini yang sudah kontrak dengan rekanan yakni 2.086 buah APD‎ tetapi hanya 200 buah APD.

"‎Anggarannya untuk APD saja sebesar Rp 2 miliar untuk 3.078 buah.

Tetapi sampai saat ini yang sudah datang baru 200 buah," katanya.

Saat ini, kata dia, dari anggaran total Rp 15,3 miliar pihaknya telah membelanjakan sekitar Rp 2,6 miliar.

"Memang penyerapannya masih rendah 17,04 persen dari total anggaran.

Tidak langsung dibelikan, kami melihat situasi.

Selain barangnya juga tidak ada," jelasnya.

Alat kesehatan yang penyerapannya masih nol, di antaranya adalah masker N95 dan masker bedah.

Kedua alat kesehatan itu, kata dia, masih sulit untuk pengadaannya karena tujuh rekanan yang saat ini bekerjasama tidak memilikinya.

‎"Anggarannya masker N95 sebesar Rp 1,3 miliar, sedangkan masker bedah Rp 700 juta.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved