Sopir Jenazah Ungkap Perubahan Perasaannya setelah Kini Tiap Hari Harus Antar Puluhan Korban Corona
Sopir Jenazah Ungkap Perubahan Perasaannya setelah Kini Tiap Hari Harus Antar Puluhan Korban Corona
Sopir Jenazah Ungkap Perubahan Perasaannya setelah Kini Tiap Hari Harus Antar Puluhan Korban Corona
TRIBUNJATENG.COM - Presenter dan jurnalis Najwa Shihab tak kuasa menahan sedih saat sopir mobil jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Muhammad Nursyamsurya bercerita soal pasien meninggal Covid-19 yang kian bertambah.
Momen tersebut terjadi saat live acara Mata Najwa "Setop Stigma Corona" di Trans 7, Rabu (16/4/2020) malam.
Dalam tayangan ini Muhammad Nursyamsury atau akrab disapa Pak Syam menjelaskan jika terdapat puluhan jenazah yang harus diantarkan setiap harinya korban dari Covid-19.
• Fakta Mengejutkan Virus Corona: Dipanaskan 60 Derajat Masih Hidup, Ini Satu-satunya Cara Membunuhnya
• Promo Superindo 13-16 April 2020, Diskon Sayur Buah dan Kebutuhan Pokok Lain, Ini Daftar lengkapnya
• Denok Menjawab Pertanyaan Seputar Tukang Ojek Pengkolan TOP, Siapa yang Memerankan Boy Putra Ojak?
• Penyebaran Virus Corona di Jateng Meluas, Yulianto Prabowo Sebut Kemungkinan Penularan Lewat Benda
Dalam kesehariannya ia mengantarkan jenazah tersebut pada dua tempat yaitu di TPU Tegal Alur dan Pondok Rangon.
Najwa pun bertanya pada supir jenazah ini soal bagaimana keluarganya dengan apa yang dilakukan Pak Syam.

Pak Syam pun menjelaskan jika dirinya selalu di tanya sang anak karena harus menginap di kantor.
"Itu sudah pasti Mba karena setiap saya berangkat kerja anak-anak pasti tanya saya masuk atau tidak dan pulang kerumah atau tidak, karena kerjaan banyak bahkan lima hari di kantor nginep" ujarnya.
Kenaikan kasus corona di Indoensia pun kini mengalami kenaikan per harinya.
Dikutip dari Kompas.com kasus pertama corona di Indonesia terjadi pada 2 Maret 2020 yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta.
Hingga 11 Maret 2020 pasien corona di Indonesia pun berada pada 34 kasus dan 1 orang meninggal dunia saat itu.
Sampai dengan setelah tanggal 23 Maret lonjakan kenaikan kasus di atas 100 pasien terjadi di Indonesia, hingga Per 15 April 2020 ini jumlah pasien corona di Indonsia mencapai 5136 kasus dengan total kematian 469 orang.
Dari data tersebut juga senada dengan apa yang dirasakan Pak Syam.
Dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (15/4/2020) Pak Syam mengaku biasa saja saat pertama kali mengantar jenazah Covid-19.
Namun semakin hari, perasaan sedih sopir jenazah ini justru kian memuncak.