Wabah Virus Corona
Curhat Pak RT yang Viral karena Potong Dana Bantuan: Banyak Warga Tak Kebagian, Pusing Membaginya
Sebab, warga yang terdampak wabah virus corona jumlahnya banyak, namun yang menerima bantuan jauh dari daftar yang diajukan
Curhat Pak RT yang Viral karena Potong Dana Bantuan: Banyak Warga Tak Kebagian, Pusing Membaginya
TRIBUNJATENG, DEPOK - Banyak ketua RT di Kota Depok mengaku pusing dengan bantuan sosial dampak wabah virus corona dari pemerintah.
Sebab, warga yang terdampak wabah virus corona jumlahnya banyak, namun yang menerima bantuan jauh dari daftar yang diajukan.
Karena tak enak dengan warga, Barep Suroso, ketua RT 05/06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, satu diantara sekian banyak ketua RT yang membuat kebijakan pemotongan dana bantuan sosial dari pemerintah.
• Penembakan 12 Jam, Terburuk dalam Sejarah Kanada, Pembunuhan Massal oleh Dokter Berseragam Polisi
• Promo Indomaret 16-30 April 2020, Diskon Sejumlah Produk Bulan Ini, Berikut Daftarnya
• Viral Insinyur Minyak Norwegia Tinggal di Hutan Bersama Suku di Indonesia, Ini yang Membuatnya Betah
• Bukan Tak Mau Menerapkan PSBB di Semarang, Ini Satu Hal yang Mengganjal Pikiran Wali Kota Hendi
Dana bantuan sosial pemerintah dipotong bukan untuk diri atau pengurus RT, melainkan dibagikan kepada warga yang tidak kebagian dana bantuan sosial.
Celakanya, apa yang dilakukan itu menjadi viral dan menjadi perbincangan jagat maya dan warga Depok.
Untuk diketahui, Pemkot Depok telah menggelontorkan bansos kepada warganya yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19, sebesar Rp 250 ribu per Kepala Keluarga (KK).
Barep Suroso, Ketua RT 05/06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, memberlakukan pemotongan tersebut.
"Saya merasa tidak enak kepada warga yang tidak dapat, karena pengajuan sebanyak 100 orang, tapi yang dapat hanya 39 orang."
"Saya pusing bagaimana membagikannya."
"Jadi, akhirnya sesuai keputusan bersama kita potong untuk lumbung sembako."
"Pada saat itu, uang Rp 25.000 dikumpulkan di ketua RW," ungkap Barep Suroso kepada wartawan di lingkungan wilayahnya, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Senin (20/4/2020).
Akibat pemotongan itu, kabar langsung beredar dan menjadi ramai atau viral, lantaran banyak warga yang mengadu, terutama di sejumlah sosial media maupun di grup-grup WhatsApp.
Dari kabar yang merebak itu pula, pemotongan diduga masuk ke kantong oknum pengurus.
"Pada Jumat tanggal 17 April 2020 kami menyerahkan sisa kekurangan dana Rp 25.000 ke warga penerima bantuan sosial tersebut," aku Barep.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-barang-bukti-sitaan-ott_20180306_145345.jpg)