Wabah Virus Jateng
BERITA LENGKAP: Jalan Dr Wahidin, Lamper Tengah, dan Tanjung Ditutup Setiap Malam Mulai Hari Ini
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang akan memberlakukan penambahan penutupan jalan
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang akan memberlakukan penambahan penutupan jalan mulai hari ini, Senin (20/4).
Penutupan jalan itu meliputi Jalan Dr Wahidin mulai simpang Kaliwiru hingga simpang Sisingamangaraja, Jalan Lamper Tengah mulai Simpang Majapahit hingga simpang Mrican, dan Jalan Tanjung mulai simpang Imam Bonjol hingga simpang Pemuda. Penutupan jalan dilakukan setiap malam pukul 18.00-06.00.
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, Kota Semarang masuk dalam zona merah penyebaran covid-19.
Perluasan pembatasan akses lalu lintas ini menjadi langkah yang diambil Dishub bersama Satlantas agar masyarakat meminimalisir aktivitas di luar rumah.
• Triknya Biar Tak Ribet Buat Menu Sahur: Tak Punya Banyak Waktu Memasak Saat Sahur?
• Doni Monardo Sebut Ada Pejabat Dimakamkan Secara Normal, Ternyata Hasil Tesnya Positif Virus Corona
• Cerita Dokter Muda Tangani 1.038 Pasien Corona di Wisma Atlet
• Fakta-Fakta Tukang Becak Diaya 3 Satpam di Solo, Berawal dari Buang Air Kecil
"Pertimbangannya, persebaran penduduk bukan hanya di wilayah bawah tapi juga di wilayah atas, sehingga tim satgas covid-19 Kota Semarang mulai membuat skets, termasuk dari arah atas kami batasi," katanya, Minggu (19/4).
Jika ditotal, kini ada delapan jalan yang dilakukan penutupan oleh Dishub dan Satlantas dalam rangka pencegahan covid-19. Penutupan tiga ruas jalan itu merupakan penutupan tahap dua.
Sebelumnya Dishub dan Satlantas menutup lima ruas jalan protokol di pusat kota, yakni Jalan Pemuda dari Paragon Mall hingga Tugu Muda, Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan dari air mancur hingga Simpanglima, Jalan Gajahmada dari Simpanglima hingga Simpang Gendhingan, serta Jalan Ahmad Yani dari simpang RRI hingga Simpanglima.
Pada hari kerja mulai Senin hingga Jumat, lima ruas jalan itu ditutup setiap pukul 18.00 hingga 06.00, sedangkan pada Sabtu dan Minggu, lima ruas jalan itu ditutup total selama 24 jam.
"Kami berlakukan kembali penutupan 24 jam hanya setiap Sabtu dan Minggu di lima ruas jalan tersebut," ucap Endro.
Menurut dia, Dishub juga sudah mendapatkan sejumlah laporan warga terkait dengan penutupan portal di sejumlah wilayah RT dan RW, sebagai swakarsa dan prakarsa warga.
Ia menilai, upaya itu mendukung langkah pemkot mengurangi arus lalu lintas di ruas jalan protokol.
"Selain meminimalisir orang asing masuk ke wilayah, penutupan portal ini lebih bagus, karena mengurangi dampak arus lalu lintas di tingkatan lebih luas," paparnya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sempat menyatakan, pemberlakuan penutupan jalan bukan berarti tidak memberi akses sama sekali kepada warga setempat. Warga setempat masih bisa mengakses melalui jalan lain.
Penutupan itu bertujuan meminimalkan mobilitas yang bukan warga setempat.
"Kami terus ingatkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar. Covid-19 tidak boleh disepelekan. Mari sikapi untuk memutus mata rantai," pinta Hendi, sapaannya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-dan-seorang-ojol-sedang-membaca-pengumuman-penutupan-jalan.jpg)