Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Penyakit

Catatan Wabah Penyakit Sudah Ada Sejak Prasejarah, Fosil Homo Erectus di Sangiran Beri Bukti

Di situs purba Sangiran, ditemukan tengkorak Homo Erectus yang relatif masih utuh. Di bagian kepalanya ditemukan jejak penyakit, yang diduga karena in

Tayang:
Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI
ILUSTRASI - Hasil Rekonstruksi Wajah Manusia Purba Sangiran 17 Karya Pematung Asal Yogyakarta di Museum Manusia Purba Sangiran 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA – Saat ini dunia sedang terserang wabah penyakit virus corona covid-19 yang sebarannya telah menjalar sebagian besar negara di muka bumi ini.

Namun, dari catatan sejarah, ternyata jejak wabah penyakit mematikan diyakini ada sejak masa prasejarah.

Secara bergelombang di berbagai peradaban, penyakit yang membunuh ini muncul bergantian.

Di situs purba Sangiran, ditemukan tengkorak Homo Erectus yang relatif masih utuh. Di bagian kepalanya ditemukan jejak penyakit, yang diduga karena infeksi.

Sementara di fosil tulang paha manusia Trinil, ada petunjuk terjadi inflamasi otot yang membuat pertumbuhan tulang jadi tidak normal.

“Di bagian parietal kiri dan kanan, ada lesion atau jejak penyakit, mungkin infeksi atau apa, masih belum begitu jelas,” kata Sofwan Noerwidi.

Demikian paparan peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta yang sedang menimba ilmu paleontologi prasejarah di Paris, Prancis, Selasa (21/4/2020) sore.

Artis Sarah Shahab Kini Jadi Dokter, Ikut Tangani Pasien Corona

Sidang Isbat 1 Ramadhan 2020 Kemenag Digelar Besok Kamis 23 April

Harga Minyak Dunia Anjlok, Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Rp 15.538 Per Dollar AS

Wilayah Gunungpati, Ngaliyan dan Tugu Sore Nanti Berpotensi Hujan Lokal Prediksi BMKG

Update Corona Banyumas: Pasien Positif Corona Tambah 8 Orang, 2 di Antaranya Perawat

Presentasi dilakukan jarak jauh via aplikasi Zoom, dan ditayangkan secara langsung via akun You Tube Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas).

Sofwan Noerwidi mengirimkan makalah pendek yang dipresentasikannya, ke Tribunjogja.com.

Ia mengizinkan publikasi atas materi tersebut, selain perbincangan virtual yang berlangsung dua jam.

Diskusi dimoderatori Rama Putra Siswantara dari Puslit Arkenas.

Makalah Sofwan diberi judul “Wabah Dalam Sejarah Peradaban Manusia”.  

Secara kronologis, Sofwan memaparkan periodisasi zaman, jejak-jejak wabah yang pernah dibuat atau muncul, serta cara manusia meresponnya.

Secara teknis, jejak masa lalu terkait wabah dan penyakit itu bisa diketahui dari ekofak dan artefak. Lalu lewat prasasti serta relief-relief di candi-candi kuno di Nusantara.

“Fosil prasejarah yang ditemukan di Gua Harimau, Sumatera Selatan, juga pernah ditemukan jejak lesion pada tengkorak. Mungkin akibat TBC atau leprosy (lepra),” kata Sofwan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved