Virus Corona Jateng
BPJS Kesehatan Cabang Semarang Gandeng IDI Gencarkan Penggunaan Masker Selama Masa Pandemi Corona
BPJS Kesehatan Cabang Semarang bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang bersinergi dalam gerakan 10 ribu masker kain
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -BPJS Kesehatan Cabang Semarang bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang bersinergi dalam gerakan 10 ribu masker kain utk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Hal itu dari adanya imbauan pemerintah agar masyarakat dapat menggunakan masker ketika keluar rumah atau berada di tempat-tempat umum.
Hal itu juga merupakan ketentuan dari FKTP agar pasien yang hendak melakukan pelayanan kesehatan wajib menggunakan masker.
• Ini Kabar Terbaru Bruno Silva dan M Fadli PSIS Saat Pandemi Corona
• Begini Penampakan Rumah Tua Angker Berhantu di Sragen Jadi Lokasi Karantina Bagi ODP Corona Ngeyel
• Cewek Jakarta Disekap dan Disiksa Pacarnya Selama 2 Bulan, Bisa Kabur Saat Penyekap Tertidur Pulas
• Nyaris Nikah Sama Vicky Prasetyo & Arief, Zaskia Gotik Pilih Nikah dengan Duda Siraj Tajir Melintir
Dari adanya kebijakan itu, timbul suatu permasalahan, kadang ditemukan masih ada warga masyarakat yang belum menggunakan masker karena tidak punya atau belum mempersiapkan sebelumnya.
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, I Gusti Ayu Mirah S ketidakpunyaan masker tersebut, masyarakat punya kendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan hanya karena tidak menggunakan masker.
"Maka, dengan adanya permasalahan tersebut BPJS Kesehatan Cabang Semarang berpartisipasi dengan memberikan bantuan yang dihimpun oleh IDI Kota Semarang," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Jumat (24/4/2020).
Selanjutnya, menurut Ayu Mirah, IDI Kota Semarang bersama Asosiasi Faskes yaitu Asklin dan PKFI bersama-sama menyiapkan 10 ribu masker untuk didistribusikan kepada FKTP, khususnya klinik pratama dan dokter praktik perorangan.
"Saat ini FKTP, sebagai mitra BPJS Kesehatan di Kota Semarang tercatat ada 107 Klinik Pratama, 34 Dokter Gigi, 69 Dokter Praktik perorangan, dan 37 Puskesmas yang keseluruhannya tetap memberikan pelayanan selama masa pandemi Covid 19," tuturnya.
Sehingga bagi masyarakat, khususnya di kota Semarang tidak perlu khawatir terkait akses pelayanan kesehatan yang dilakukan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
"Masker yang diberikan kepada FKTP diperuntukkan bagi pasien yang datang ke FKTP, namun tidak menggunakan masker yaitu berupa masker kain 2 lapis," ucapnya.
Pemilihan masker kain ini menjadi prioritas, hal itu karena dapat digunakan kembali sehingga masker medis bisa diprioritaskan penggunaannya bagi tenaga medis sebagai garda terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan.
"Selain berpartisi dalam bentuk masker, BPJS Kesehatan Cabang Semarang dalam gerakan 10 ribu masker, juga telah menghadirkan sistem antrean elektronik. Dengan tujuan sebagai sarana untuk mempermudah peserta JKN-KIS mengakses pelayanan kesehatan," ungkapnya.
Dia menuturkan, masyarakat bisa mengakses melalui Aplikasi Mobile JKN, terutama dalam masa pandemi Covid 19 yang mengedepankan physical distancing.
"Mengingat dengan adanya sistem ini, peserta dengan mudah mengetahui estimasi waktu pelayanan sehingga tidak perlu berlama-lama menunggu di FKTP," tuturnya.
Penggunaan masker kain ini juga cukup efektif untuk mengurangi tingkat penularan Covid 19 ditambah lagi dengan pola perilaku masyarakat untuk tetap physical distancing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penyerahan-masker-dari-bpjs-cabang-semarang-kepada-ikatan-dokter-indonesia-kota-semarang.jpg)