Breaking News:

Berita Karanganyar

Banyak Penjual Takjil, Satpol PP Karanganyar Lakukan Upaya Persuasif

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar masih mendapati para penjual takjil dadakan di sepanjang Jalan Lawu dan beberapa titik saat

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Istimewa
Pihak Kecamatan Matesih dan anggota Satpol PP saat mendatangi minimarket. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar masih mendapati para penjual takjil dadakan di sepanjang Jalan Lawu dan beberapa titik saat awal puasa.

Beberapa hari lalu, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disadagnakerkop) UKM Karanganyar telah mengeluarkan surat Edaran nomor 510/1627.7.2/IV/2020 tentang pengaturan jam operasional pusat perbelanjaan dan toko modern di lingkungan Kabupaten Karanganyar.

Sering Ditemui Sosok Misterius di Rumah Hantu Tempat Karantina, Pemudik Ini Pilih Isolasi Mandiri

Setelah 9 Tahun Baru Tahu Ia Diselingkuhi Tiap hari, Selebgram ini Bongkar Cara Pacarnya Selingkuh

Pohon yang Dahannya Merunduk Melindungi Muhammad SAW Kecil Masih Hidup, Beginilah Penampakannya Kini

Disebut Begal di Medsos, 7 Pelajar Semarang Ini Ternyata Berniat Tawuran Lawan Anak Punk Peterongan

Dalam surat edaran tersebut berisi pengaturan waktu operasional pusat perbelanjaan dan toko modern mulai pukul 09.00 sampai 21.00.

Sedangkan selama operasional wajib mematuhi protokol pengamanan terhadap potensi penyebaran virus corona seperti mendorong dan mensosialisasikan transaksi secara non tunai, menyedikan tempat cuci tangan pakai sabun, menggunkan masker dan jaga jarak.

Serta memperhatikan kebersihan dan kesehatan karyawan toko atau pusat perbelanjaan.

Plt Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi menyampaikan, surat edaran sudah disampaikan kepada pihak toko dan pusat perbelanjaan secara bertahap melalui para camat.

Plt Kepala Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo menambahkan, hari pertama puasa, anggota masih mendapati beberapa penjual takjil dadakan di sepanjang Jalan Lawu dan beberapa titik lainnya.

Sedangkan pusat perbelanjaan dan toko modern tetap diminta tutup pada pukul 21.00. Lanjutnya, beberapa pihak toko modern ada yang mempertanyakan kenapa tidak boleh buka lebih dari pukul 21.00.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimca kaitannya dengan surat edaran tersebut.

"Kebanyakan mereka (pusat perbelanjaan) mempertanyakan, dari pusat boleh buka. Ya kita tetap berpedoman pada surat edaran, pukul 21.00 harus tutup," Katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (25/4/2020).

Awal bulan ramadhan, pihaknya masih melakukan upaya persuasif.

Bagi penjual takjil dadakan di pinggir jalan diimbau supaya jualan di rumah saja.

Dari hasil patroli masih ada yang jualan di pinggir Jalan Lawu, dan sekitar Taman Pancasila.

"Kalau masih ada yang ngeyel (setelah diperingatkan), kita bawa ke mako," jelasnya.
Sementara itu meskipun pihaknya rutin melakukan patroli di Jalan Lawu terkait penerapan physical distancng, masih didapati beberapa anak yang sepedaan saat malam hari.

"Kalau aktivitas sudah menurun, tapi masih ada satu, dua anak yang sepedaan saat malam hari," pungkasnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved