Promoter Polda Jateng

Di Masa Pandemi Corona, Operasi Ketupat Candi 2020 di Kebumen Ditambah jadi 37 Hari

Operasi Ketupat Candi (OKC) 2020 tahun ini sedikit berbeda dengan Operasi Ketupat tahun-tahun sebelumnya.

IST
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menyebut OKC tahun ini dibuka mulai hari Jumat (24/4) hingga H+7 lebaran. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Operasi Ketupat Candi (OKC) 2020 tahun ini sedikit berbeda dengan Operasi Ketupat tahun-tahun sebelumnya.

Pada pelaksanaan operasi tahun ini tidak ada ceremonial apel gelar pembukaan operasi seperti pemasangan pita tanda operasi.

Selanjutnya pada operasi Ketupat tahun ini digelar lebih panjang dari tahun sebelumnya, yakni 37 hari.

Dewi Sandra Ungkap Alasan Bungkam Soal Kematian Glenn Fredly Mantan Suaminya

Program Ini Talkshow Host Sule, Andre Taulany, dan Raffi Ahmad Pamit, Ini Penjelasan Net TV

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

Polisi Menangkap Istri Majikan Penganiaya Pembantu di Graha Padma Semarang, Statusnya Tersangka

Sedang pada tahun sebelumnya biasa hanya dua mingguan.

Polres Kebumen sendiri menerjunkan sedikitnya 295 personel dan nantinya akan didukung oleh TNI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, dan stakeholders lainnya.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, OKC tahun ini dibuka mulai hari Jumat (24/4) hingga H+7 lebaran.

Operasi tersebut akan fokus pada pengamanan Hari Raya Idul Fitri dengan mengedepankan upaya preventif dan juga penegakan hukum selama masa operasi berjalan.

"Karena ada wabah penyakit Covid-19, untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Candi sedikit berbeda.

Output yang diharapkan, Kamtibmas kondusif dalam mencegah penyebaran covid-19, sehingga masyarakat dapat melaksanakan Idulfitri dalam rasa aman dan nyaman," jelas AKBP Rudy, Sabtu (26/04).

AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengingatkan warga asal Kebumen di zona merah di DKI, Bogor dan Tangerang untuk menunda mudik.

Kepada umat Islam di Kebumen diminta mematuhi imbauan Forkompinda bersama MUI, Kemenag, NU dan Muhammadiyah agar warga beribadah Ramadan dengan khusyuk serta Salat Tarawih di rumah.

"Jika untuk silaturahmi kan bisa melalui telepon dan sarana berbagai media sosial.

Jadi mari patuhi larangan Pemerintah untuk tidak mudik atau menunda mudik.

Jika terlanjur mudik harus karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari," tegas Kapolres mengimbau pentingnya memutus mata rantai penularan Corona Covid-19 di Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

Bak Spider Man, Warga Cilacap Ini Panjat Rumah di Kebumen Lalu Curi Uang Rp 1 Juta

Besok Mulai Diberlakukan Aturan PKM di Kota Semarang, Dishub Siapkan Check Point

Asosiasi Petani Tebu Koreksi Usulan Kenaikan HPP dan HET Gula

Gubernur Ganjar ke Mahasiswa UKSW Salatiga: Terima Kasih karena Tidak Pulang ke Daerah Masing-masing

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved