Wabah Virus Corona

Pakar UGM Prediksi Akhir Pandemi Virus Corona Bakal Mundur Jika Warga Nekat Mudik

Guru Besar UGM , memberikan perhitungan prediksi terbaru timnya terkait akhir pandemi virus corona di Indonesia.

Editor: m nur huda
Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM - Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dedi Rosadi, memberikan perhitungan prediksi terbaru timnya terkait akhir pandemi virus corona di Indonesia.

Menurutnya, prediksi terkait akhir pandemi virus corona pada dasarnya tergantung pada masyarakat yang berfungsi sebagai subyek utama.

Apabila seluruh masyarakat bisa disiplin serta mengikuti anjuran protokol kesehatan dari pemerintah, maka pandemi corona di Indonesia bisa cepat berakhir.

Batal Mudik ke Purwokerto karena Tak Ada Bus, Sahroni Terpaksa Balik Ke Kos Lagi

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Kasus Pertama, Pasien Positif Corona Boyolali Meninggal

Sempat Kabur dari Rumah Sakit, PDP Corona di Tegal Dinyatakan Positif Covid-19

Kim Yo Jong, Sosok Calon Pengganti Kim Jong Un Disebut Lebih Kejam Jika Memimpin Korea Utara 

Inilah Dokter yang Tangani Kim Jong Un Jelang Operasi, Mengaku Gemetar hingga Berdampak Koma

Melalui rilis terbarunya pada Sabtu (25/4/2020)0, Prof. Dedi Rosadi mengatakan bahwa persebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi akan mereda di akhir Juli 2020.

Prediksi yang mengacu pada data publikasi pemerintah hingga 23 April 2020 tersebut memperkirakan waktu puncak pandemi akan terjadi pada Mei 2020 dan mereda di akhir Juli 2020.

Dengan perkiraan proyeksi total penderita positif Covid-19 di angka 31 ribu kasus.

Sebelumnya, Prof Dedi dan tim juga pernah merilis prediksi sementara akhir pandemi terjadi pada akhir Mei 2020, dengan total penderita positif Covid-19 mencapai 6.174 kasus.

Kala itu, digunakan data pemerintah sampai 26 Maret 2020.

Dedi memaparkan, ada tiga hal yang mengubah akhir pandemi Covid-19 menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diprediksikan, dengan jumlah kasus yang berkurang atau melebihi prediksi.

3 hal pengaruhi cepat lambatnya akhir pendemi corona

Menurutnya, hal pertama yang bisa memengaruhi cepat atau lambatnya akhir pandemi Covid-19 ialah kondisi dan usaha untuk mengubah kecepatan penularan bahkan memutus total rantai penularan penyakit.

Usaha tersebut dapat diwujudkan melalui pengendalian yang efektif terhadap episentrum-episentrum penyebaran virus, khususnya kelompok provinsi zona merah.

Jika pencegahan maksimal terhadap kemungkinan tumbuhnya klaster baru di setiap daerah dilakukan dengan baik, maka wabah bisa selesai jauh lebih cepat dengan jumlah kasus yang lebih kecil.

Sebaliknya, jika pengendalian tidak berhasil dilakukan, maka prediksi berakhirnya wabah akan mundur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved