Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Butuh Bantuan Tim Anti Street Crime Polrestabes Semarang? Warga Bisa Hubungu di Nomor Ini

Satreskrim Polrestabes Semarang bentuk Tim Anti Street Crime untuk menumpas kejahatan di jalanan selama operasi Ketupat Candi 2020.

IST
Tim Anti Street Crime melakukan operasi terbuka beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satreskrim Polrestabes Semarang bentuk Tim Anti Street Crime untuk menumpas kejahatan di jalanan selama operasi Ketupat Candi 2020.

Tim ini dibentuk sejak Jumat (24/4/2020) lalu, bertepatan dengan dimulainya Operasi Ketupat Candi 2020.

Nantinya, Tim Anti Street Crime ini bertugas mencegah, menanggulangi, dan melakukan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan seperti jambret, penodongan, begal premanisme, gembos ban, pecah kaca, dan lain sebagainya.

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

MAU KE SEMARANG BACA INI! Mulai Hari Ini Kendaraan Bukan Plat H akan Dihentikan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! 3 Pasien PDP Corona di Kabupaten Semarang Meninggal

Pelatih PSIS Dragan Sebut Indonesia Bisa Jadi Satu-satunya Negara yang Tak Lanjutkan Kompetisi

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Mauludin menuturkan, masyarakat umum yang mendapati dan mengalami kejahatan di jalanan bisa menghubungi pihaknya.

"Bisa hubungi call center kami di 0858 7971 8888. Jika ada gangguan dijalan, misalkan dibegal atau semacamnya bisa langsung hubungi nomer tersebut," kata Asep kepada Tribunjateng.com, Senin (27/4/2020).

Dia menerangkan, Tim Anti Street Crime ini diterjunkan setiap hari pada jam rawan, dititik-titik rawan kejahatan jalanan melalui kegiatan terbuka maupun tertutup.

Jam rawan, kata Asep, biasanya dimulai malam dari pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh hari.

Namun di tengah kondisi wabah seperti ini, pihaknya pun turut melakukan pembubaran bagi warga yang berkerumun di pinggur jalan.

"Para pelaku kejahatan jalanan yang mencoba-coba beraksi di wilayah Kota Semarang agar dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai tingkat ancaman yang ada," jelasnya.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis mengungkapkan, selain kejahatan di jalan raya, dia juga menyoroti maraknya informasi palsu atau hoax yang beredar.

Sebab, kata Auliansyah, segala informasi yang tersiar luas di media sosial tentang kriminal sebagian besar justru hoax.

Dia mengaku, di tengah pandemi saat ini, aksi kejahatan di Kota Semarang sebenarnya terpantau normal seperti sebelum wabah berlangsung.

"Sejauh ini, kondisi Semarang terpantau aman dan normal.

Yang kami soroti justru banyaknya info hoax soal tindak kejahatan.

Personel kami tak jarang harus memastikan di lapangan apakah info yang beredar itu benar atau tidak," pungkasnya. (Tribunjateng/gum).

Update Virus Corona di Cilacap 27 April 2020, Total 19 Pasien Positif Covid-19

SN Warga Kebumen Cuma Butuh 2 Hari Amati dan Curi Seisi Konter HP

UPDATE Virus Corona 27 April 2020, 3 Warga Banjarnegara Peserta Ijtima Gowa Dinyatakan Positif

Perekonomian Jateng Terus Tertekan Dampak Virus Corona, BI Siapkan Skema Sedang hingga Berat

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved