Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mutiara Ramadhan

Cara Melindungi Amal Ibadah di Era Medsos dan Melacak Jebakan Iblis di Bulan Ramadhan

Dalam hal ibadah, siapapun akan bisa memfungsikan medsos sebagai penopang prestasi ibadah, atau sebaliknya juga bisa terpeleset kepada kenistaan

Tayang:
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Ilustrasi 

Imam As- Shon’ani (W 1182 H) Dalam kitabnya; Subulussalam: “Jika melakukan amal taat pada Allah SWT dan meninggalkan kemaksiatan, tetapi di hatinya masih ada unsur tujuan selain Allah SWT bercerita tentang amal tersebut, berharap keuntungan duniawi harta atau jabatan. Maka itulah penyakit ibadah yang bernama riya (ingin disanjung, dipuja) atau Sum'ah (mencari popularitas) atau bahkan 'ujub (berbangga diri) dan ibadahnya sama sekali tidak mendapatkan pahala. Justru ibadah itu menjerumuskannya."

Di era medsos, saat bulan Ramadhan, perlu waspada, sering melahirkan tindakan-tindakan pamer amal kebajikan, yang bisa merusak kesucian ibadah. Jika penggunaan tidak proporsional, kecanggihan perangkat eletronik dan media informasi, sangat mengancam keikhlasan muslimin seantero dunia, dan utamanya beresiko besar menghancurkan moralitas generasi muda, oleh karenanya perlu pengawasan ekstra dari semua elemen keluarga dan lingkungan.

Dalam buku yang cukup gemuk: “Asy-Syabab, Muskilatun Wa Khululun”, karya dua akademisi Mesir: Dr Ahmad Kholil Jum’ah dan Dr Ishom asy-Syawaf : ”Teknologi Informasi modern, terutama jaringan internet, adalah ancaman paling berbahaya bagi moralitas manusia, utamanya kalangan remaja”. Hemat saya, internet juga sangat berbahaya bagi orang dewasa -tidak hanya bagi kalangan muda- jika tidak bisa memfungsikan dengan rambu-rambu agama, beresiko perselingkuhan rumah tangga, penipuan dan kerusakan akhlak lainnya.

Realitas kehidupan masyarakat modern, media sosial kini telah menjadi bagian aktivitas harian yang tidak bisa dipisahkan. Dalam beraktivitas di media sosial dengan berbagai ragamnya (Facebook, Instagram, WhatsApp dan lainnya) Apalagi nyata- nyata sengaja “mengunggah” berbagai amal kebajikannya di ruang publik media sosial, yang di desa terpencilpun akan bisa dilihat aktivitasnya dari seluruh dunia. Tindakan semacam itu, sulit bagi manusia beriman untuk bisa menjaga hati, menghindarkan diri dari “pamrih sosial” atau berharap perhatian dari publik.

Godaan tertinggi, penghancur amal ibadah di era medsos, adalah memposting segala amal kebaikan di ruang publik media sosial. Tidak terkecuali di bulan Ramadhan yang semestinya “musim panen” pahala ini. Dengan semakin banyaknya ragam media sosial, hal itu tampaknya memberikan inspirasi pada “pasukan Iblis” untuk berulah lewat jebakan Medsos (Media sosial) Dengan target besar; menghancurkan kualitas ibadah orang- orang beriman.

Faktanya, banyak kasus di kalangan remaja, atau bahkan orang dewasa, menulis di medsos:
"Ikhlas kuhentikan membaca Alquran karena diminta oleh ibuku, untuk mengantar makanan pada fakir miskin menjelang berbuka puasa. Kutaati perintah ibuku, meskipun badanku sedang capek".

Dari contoh kasus tersebut, minimal ada lima “bisikan Iblis”, masuk lewat jebakan Medos.

Iblis berbisik kepada orang-orang yang beramal baik untuk memamerkan segala macam ibadahnya., “Wahai orang banyak. Ketahuilah”:

Pertama: “Aku sang hamba ahli ibadah yang senang membaca Al-Quran”.

Kedua : “Aku hamba yang sangat taat ibuku”.

Ketiga: “Aku hamba yang senang bersedekah”.

Keempat: “Aku hamba yang sayang pada fakir miskin”.

Kelima : “Aku orang yang selalu ikhlas dalam berbuat kebaikan, meskipun badanku sedang capek”.

Modus bisikan Iblis sangat sistematis dan praktis. Risikonya otomatis unsur inti ibadah, yakni keikhlasan niat lillahi ta'ala. Keikhlasan hanya kepada Allah dalam beribadah pun buyar. Rencana Iblis pun sukses, dalam satu status medsos, segala unsur ibadah orang beriman hangus dengan dipamerkan ke seluruh dunia.

Efek Samping Medsos Terhadap Ibadah

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved