Liga 1
Ini Manfaat Latihan Sore dan Setelah Buka Puasa Ramadhan Menurut Dokter PSIS Semarang
para pemain PSIS Semarang tetap diminta mdlakukan latihan secara mandiri dan rutin saat memasuki masa bulan puasa.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah pandemi virus corona dan tuntutan menjaga kondisi kebugaran fisik, para pemain PSIS Semarang tetap diminta mdlakukan latihan secara mandiri dan rutin saat memasuki masa bulan puasa.
Saat ini, terutama untuk pemain yang beragama muslim diminta untuk melakukan latihan pada sore hari menjelang buka puasa, atau pada malam hari setelah berbuka puasa.
Para pemain diminta untuk melakulan latihan sehari sekali.
• Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report
• Bupati Karanganyar: Tidak Ada Larangan Beribadah di Masjid Saat Pandemi Corona, Kami Hanya Mengimbau
• MAU KE SEMARANG BACA INI! Mulai Hari Ini Kendaraan Bukan Plat H akan Dihentikan
• Dragan Djukanovic Tetap Beri Motivasi ke Pemain PSIS Semarang Selama Latihan Mandiri di Rumah
Bisa pada sore hari mulai pukul 16.30 atau pukul 17.00, atau saat malam hari setelah ibadah tarawih pukul 19.30 atau pukul 20.00.
Latihan tersebut kemudian didokumentasikan dan dikirim ke pelatih kepala.
Dokter tim PSIS Semarang, Alfan Nur Asyhar menuturkan, ada kekurangan dan kelebihan dalam setiap pemilihan waktu latihan saat di bulan puasa.
Menurut dokter Al, demikian sapaan akrabnya untuk latihan sore hari idealnya adalah 1-1,5 jam sebelum buka puasa.
Sementara jika memilih malam hari, pemain harus memastikan kegiatan latihan tidak mengganggu siklus sirkardian atau tidur mereka.
"Ada plus minusnya jika latihan sore maka waktu buka lebih dekat tetapi hati-hati disesuaikan kemampuan tubuh karena glukosa tubuh menurun di waktu tersebut, takutnya pusing, lemas, dan tidak optimal saat latihan.
Sesuaikan dengan intensitas 50 persen di minggu pertama, lalu naik, 75 persen di minggu ke dua, lalu 100 persen setelahnya melihat sikon tubuh," kata dokter Al kepada Tribunjateng.com, Senin (27/4/2020) sore.
"Jika malam maka keuntungannya glukosa tubuh sudah kembali normal dan lebih siap untuk latihan.
Tetapi jika sampai mengganggu siklus sirkardian tadi maka efeknya juga tidak bagus untuk tubuh terutama imbasnya ke imunitas," jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar para pemain juga selalu tetap memetuhi aturan medis di rumah masing-masing. Terutama dalam masa pandemi virus corona saat ini.
"Pemain wajib pakai masker jika harus keluar rumah, kemudian sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak sebagai kunci memutus rantai penyebaran covid-19," ungkapnya.
Disisi lain, ia juga berharap agar para pemain bisa menjaga imunitasnya agar tidak rentan terhadap penyakit.
Tak sampai disitu, para pemain juga diminta untuk menjaga pola makan.
"Pola makan tetap harus di jaga dengan cukup nutrisi dan hidrasi seperti apa yang sudah dilakukan saat di mes, edukasi kesehatan pola makan saat puasa dijalankan, dan pemantauan berat badan.
"Istirahat cukup, jangan bermalas saat siang, tetap aktifitas di rumah seperti biasa," pungkasnya.(*)
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! 3 Pasien PDP Corona di Kabupaten Semarang Meninggal
• Petugas Pos Pantau Kampung Kali Semarang Temukan Pengendara dari Jakarta Suhunya 38 Derajat
• Warga Jombang Semarang Gotong Royong Ubah Gang Sempit Jadi Dapur Umum untuk Warga Terdampak Corona
• PKM Kota Semarang Hari Pertama, Hendi Berhentikan Kendaraan Nopol Luar Kota
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dokter-tim-psis-semarang-alfan-nur-syhar-kaus-biru.jpg)