Berita Jateng
Paripurna Pertama DPRD Jateng di Tengah Wabah Virus Corona, 51 Orang Absen
DPRD Jawa Tengah menggelar Rapat Paripurna pertama di tengah pandemi virus corona Covid-19, Senin (27/4/2020).
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Jawa Tengah menggelar Rapat Paripurna pertama di tengah pandemi virus corona Covid-19, Senin (27/4/2020).
Rapat dihadiri 19 anggota dewan secara fisik dan 50 anggota dewan secara daring atau virtual dari 120 legislator.
Sementara, anggota dewan lainnya izin untuk tidak mengikuti Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Tengah Akhir Tahun Anggaran 2019.
• Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report
• MAU KE SEMARANG BACA INI! Mulai Hari Ini Kendaraan Bukan Plat H akan Dihentikan
• Kenyang Makan Bakso Gratis di Semarang Timur, Daniel Curi Motor Tukang Baksonya
• Diledek Sebagai Calon Pacar Ariel NOAH, Konglomerat Dita Soedarjo Sebut Tak Mungkin
Saat membuka sidang, Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto menjelaskan semua pihak mesti melakukan penyesuaian di tengah pandemik ini, tak terkecuali DPRD Jateng.
"Ketika jaga jarak dan tetap di rumah dikampanyekan, maka konferensi video jadi pilihan agar agenda legislasi tetap berjalan," kata pria yang akrab disapa Krebo tersebut.
Menurutnya, anggota dewan yang hadir secara fisik merupakan perwakilan dari fraksi.
"Namun, sesuai ketentuan, sidang ini telah memenuhi kuorum," katanya.
Dalam rapat itu, Krebo, menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jateng mendukung langkah pemprov dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19.
Satu di antaranya yakni dengan memangkas anggaran kegiatan untuk penanggulangan dampak penyakit tersebut.
"Kami mendukung program yang dijalankan oleh eksekutif untuk pemberantasan dan penanggulangan dampak dari virus corona.
Kami menghitung kembali kegiatan yang tak penting dan diubah ke penanggulangan Covid-19," jelasnya.
Anggaran kunjungan kerja (kunker), kata dia, merupakan satu anggaran yang dipangkas untuk menanggulangi dampak corona.
Di samping itu, anggota dewan juga diperintahkan untuk turun ke masing-masing daerah pemilihan guna memantau kesiapan daerah dalam penanganan sebaran virus tersebut.
Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengapresiasi langkah yang dilakukan para legislator itu.
"Cara seperti ini memang harus kita lakukan untuk memecah kebuntuan.
Meski di tengah wabah, kita juga dituntut untuk kerja semakin cepat," kata Ganjar dalam keterangan tertulis.
Dalam paparannya, Ganjar menyampaikan capaian-capaian yang Pemprov Jateng lakukan dalam tahun anggaran 2019.
Dari soal inflasi, perdagangan, indeks pembangunan manusia sampai reformasi birokrasi.
Kemudian, terkait pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta penanggulangan bencana.
Selanjutnya, anggota dewan akan memberi jawaban atas LKPJ Gubernur Jateng itu sepekan ke depan atau pada 4 Mei mendatang.(mam)
• Rusdedy Target Lapas Terbuka Kendal Bisa Penuhi Kebutuhan Bahan Makanan Napi se-Jateng
• Dosen Unisbank Semarang Ini Sebut PKM atau PSBB Adalah Lockdown Berbiaya Murah
• Dalam Sebulan, 218 Ribu Ton Raw Sugar Asal Thailand dan India Masuk ke Jateng
• Petugas Pos Pantau Kampung Kali Semarang Temukan Pengendara dari Jakarta Suhunya 38 Derajat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sidang-paripurna-dprd-jateng-melalui-virtual-atau-daringdok-dprd-jateng.jpg)