Breaking News:

Mudik

Penumpang Rela Bayar Rp 450 Ribu untuk Sembunyi di Bagasi Bus demi Hindari Razia agar Bisa Mudik

Ada saja yang nekat mudik dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan orang-orang ini.

Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Di masa pandemi virus corona atau Covid-19, pemerintah melarang masyarakat untuk mudik.

Sejumlah pihak terkait, seperti kementerian dan aparat kepolisian telah melakukan beberapa cara untuk melaksanakan aturan tersebut.

Yaitu seperti menutup Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek, penyekatan di jalur tol dan non tol, hingga pembatasan operasional bus AKAP.

Inilah Pembelaan Siti Mutmainah Ibu Kos Pengusir 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo

Titik Terang Mulai Kelihatan, Kata Menhan Prabowo Subianto Soal Wabah Corona

Ganjar ke Bupati Klaten: Bu Kalau Kasih Bantuan Jangan Dilabeli, Ikhlas Lillahi Taala Saja

Bus Bertulis Intruksi Presiden Pulang Kampung Bukan Mudik Melenggang, Ini yang Terjadi di Semarang

Namun, larangan tersebut tak sepenuhnya dipatuhi.

Ada saja yang nekat mudik dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan orang-orang ini.

Demi menghindari razia mudik, mereka bersembunyi di bagasi kolong bus.

Kejadian ini terjadi di sebuah terminal di Ciledug Tanggerang, Banten.

Beberapa waktu foto kejadian pemudik bersembunyi di kolong bus itu pun viral.

Seperti yang dibagikan salah satu akun Twitter @akurommy.

Dalam keterangannya disebutkan pemudik nekat hindari razia aparat PSBB.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved