Breaking News:

Mudik

Penumpang Rela Bayar Rp 450 Ribu untuk Sembunyi di Bagasi Bus demi Hindari Razia agar Bisa Mudik

Ada saja yang nekat mudik dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan orang-orang ini.

Editor: M Syofri Kurniawan
Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja. 

"Kalau sudah begitu siapa yang harus disalahkan," ujarnya.

Kurnia pun mengungkapkan kondisi di lapangan bahwa para pemudik itu terlantar.

Menurutnya kebanyakan pemudik sudah tak memiliki pekerjaan di kota.

Oleh sebab itu mereka pun terpaksa dan nekat untuk pulang ke kampung.

Ia pun mengatakan fakta lain di lapangan, bahwa masih ada kendaraan gelap yang beroperasi hingga lolos razia.

Terkait kejadian tersebut, diketahui bus AKAP memang melayani banyak tujuan.

Seperti tujuan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Biasanya mereka membawa penumpang dari Jabodetabek keluar ke beberapa provinsi tersebut.

Namun sejak pelarangan mudik dan pengoperasian bus AKAP pun beralihfungsi menjadi kendaraan mengangkut logistik.

Kebijakan banting setir itu pun dilakukan agar masih tetap beroperasi di tengah PSBB.

Selain itu kebijakan tersebut juga berlaku agar pengusaha bus tak mengangkut para pemudik.

Larangan pemerintah untuk mudik ternyata masih tak menyurutkan para perantau.

Khususnya bagi perantau yang kini kena imbas tak lagi bekerja di kota besar.

Hal ini diambil dari data sudah lebih dari 3 ribu kendaraan putar balik.

Jumlah tersebut hasil operasi selama dua hari terakhir di wilayah Jakarta.

Polisi meminta kendaraan-kendaraan itu memutar balik dan kembali ke Jakarta.

Pemudik yang diminta balik kanan itu juga terlihat di Bandung.

Di antaranya di Gerbang Tol Cileunyi dan Baros, Cimahi.

Para perantau yang nekat mudik terlihat di sejumlah terminal.

Salah satunya di Ciledug Tanggerang, Banten.

Padahal, semua moda transportasi termasuk transportasi darat seperti bus juga harus berhenti beroperasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demi Bisa Mudik, Ada Warga yang Rela Bayar Rp 450 Ribu untuk Sembunyi di Bagasi Bus

Warganet Kira Rayya Makarim, Kakak Nadiem Makarim, Ibu Zack Lee gara-gara Unggahan Foto Cium Pipi

Ini Biodata Imel Putri Cahyati Mantan Istri Sirajuddin Mahmud Suami Zaskia Gotik

Ibu Kos Pengusir 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Menangis Minta Maaf ke Ganjar

Jual Mobil yang Akan Ditarik Leasing, Eep Ditembak Pembeli, Jasadnya Dibuang Ke Sungai Citarum

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved