Promoter Polda Jateng

AKBP Rudy Cahya Ingatkan Penyebar Berita Bohong Diancam Penjara 6 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengingatkan agar tidak menyebar berita hoax maupun ujaran kebencian yang dapat menimbulkan fitnah di kalan

IST
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengingatkan agar tidak menyebar berita hoax maupun ujaran kebencian yang dapat menimbulkan fitnah di kalangan masyarkat.

Bagi yang berani melakukan tindakan tersebut sesuai Pasal 28 ayat (1) UU ITE maka akan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Hal itu ditegaskan Kapolres Kebumen disela arahan apel May Day, Jumat (01/05) kemarin.

Paula Verhoeven Malu Kiano Diberi Baju Bekas Rafathar, Baim Wong: Kayak Gue Gak Mampu

Sedang Makan di Tuntang, Warga Kota Semarang Tiba-tiba Jatuh dan Meninggal Dunia

Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Nafas Usai Diajak Kondangan di Kudus, Ada Tamu Undangan dari Zona Merah

BREAKING NEWS : Penutupan Jalan Tahap 4 di Kota Semarang, Ini 3 Ruas Jalan yang Akan Ditutup 24 Jam

"Bagi siapa saja yang menyebar berita hoax/berita bohong maupun ujaran kebencian di tengah masa pandemic covid-19 yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat maka akan ditindak tegas dan ancamannya penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar," tegas Kapolres.

Sesuai dengan Pasal 28 UU ITE ( Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik), yaitu: Setiap Orang yang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Selain itu, Kapolres juga menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Kebumen untuk bijak dalam bermedia sosial, manfaatkan media sosial sebagai sarana kebaikan dan perkuat silaturahmi serta persatuan demi menyelamatkan bangsa dari wabah Covid-19.

Di Bulan Ramadhan ini masyarakat hendakya gotong royong berempati ikut merasakan efek pandemi covid-19, positif thinking, dan tidak menyebar berita hoax / bohong yang dapat menimbulkan kegaduhan atau keributan massa.

“Saya berharap di bulan Ramadhan ini masyarakat dapat meningkatkan iman dan bersatu untuk memutus rantai penyebaran covid-19 dengan menyebar kerahmatan (rahmatan lilalaamiin) dan sami'na wa atho'na kepada ulama da umaro (pemerintah) tanpa menyebar berita hoax,” pungkas AKBP Rudy. (Humas Polres Kebumen)

Lahir Prematur di RSUP dr Kariadi Semarang, Bayi Asal Grobogan Ini Malah Terinveksi Virus Corona

Lagi-lagi Anak Punk Jalanan Berulah di Kebumen, Cabuli Gadis 14 Tahun Alasan Cinta

Ini 6 Cara Tingkatkan Imun untuk Kelola Stres saat Pandemi Virus Corona

Kapolri Jendral Idham Azis Naikkan Pangkat 1 Anggota Polres Kebumen Jelang Pensiun

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved