Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PKM Semarang

Jalan Ngesrep Timur V Patung Kuda Undip dan Sukun Raya Semarang Ditutup 24 Jam

Penutupan jalan tahap 4 di Kota Semarang mulai diberlakukan Senin (4/5/2020) malam.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penutupan jalan tahap 4 di Kota Semarang mulai diberlakukan Senin (4/5/2020) malam.

Pantauan Tribunjateng.com di Jalan Ngesrep Timur V atau gapura patung kuda Undip, petugas gabungan Dishub Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang mulai menutup akses jalan mulai pukul 18.54 WIB.

Para petugas memasang gason atau pagar pembatas jalan tepat di ruas sebelah barat patung kuda.

Mulai Besok, PSBB Bandung Akan Dihentikan Padahal Jumlah Pasien Positif Corona Meningkat 80 Orang

Kaca Mobil Dokter Tirta Dipecah Maling, Dokumen Covid-19 Hilang: Jangan Sangkutin Soal Konspirasi

Vuja Ayu Cewek Mabuk Bertato Alami Kecelakaan, Mobil Ayla Merah Tabrak Pohon Lalu Nyungsep ke Sawah

Menhan Prabowo Subianto Pantau Kesehatan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso Alami Pendarahan Otak

Sedangkan dari dari arah Tembalang atau sisi timur tidak ditutup sehingga pengguna jalan yang akan menuju Jalan Setiabudi tetap bisa melintas.

Sebaliknya, kendaraan dari dua arah berlawanan, masing-masing dari Gombel maupun Banyumanik, tidak bisa berbelok ke Ngesrep Timur V.

Penutupan juga berlaku di Jalan Sukun Raya, Banyumanik, mulai samping Pizza Hut hingga pertigaan Jalan Bina Remaja.

Perlu diketahui, penutupan di dua jalan Semarang atas ini berlaku 24 jam.

Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto menuturkan, Kota Semarang menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sampai 24 Mei 2020.

Jumlah pasien positif virus corona masih ada, belum zero pasien dan dead zero pasien sehingga dibutuhkan gerakan masif dalam mencegah penyebarannya.

"Penutupan jalan hanya bagian dari upaya masif Pemkot Semarang dalam mencegah penyebaran virus Corona dengan cara membatasi aktifitas masyarakat," terangnya kepada Tribunjateng.com.

Ada ada kemungkinan penutupan jalan tahap berikutnya?

Endro menyerahkan hal itu kepada keputusan tim gugus Covid 19 tingkat kota Semarang.

"Kami pribadi berharap jangan ada penutupan jalan lagi," paparnya.

Endro meminta kepada warga agar tidak sampai ada penutupan jalan lagi berinisiatif mewujudkan tujuan PKM di Kota Semarang dapat tercapai.

"Kami menilai aktivitas warga terutama di Semarang bagian atas masih terhitung padat sehingga diberlakukan penutupan jalan," imbuhnya.

Warga Ngesrep Timur, Agung, mengaku mendukung kebijakan penutupan jalan lantaran bagian dari upaya pemerintah memutus rantai penyebaran virus Corona.

Dia tidak memungkiri kebijakan tersebut dapat merugikan beberapa pihak namun sebagai warga harus menaati aturan tersebut.

"Saya memberi masukan kepada pemerintah jangan ragu menutup jalan kembali jika itu dirasa perlu sampai betul-betul wabah virus corona berakhir," tandasnya.

Jalanan tampak lengang seusai diberlakukan pembatasan ini.

Namun, sejumlah pengendara motor masih berusaha menerobos melewati celah kecil di antara water barrier yang dipasang.

“Jalan memang tidak ditutup seluruhnya karena sifatnya hanya pembatasan lalu lintas, tujuannya mengurangi frekuensi kendaraan,” ungkap Kanit Dikyasa Polrestabes Semarang Iptu Rina Roostyani.

Hingga saat ini total ruas yang ditutup sebanyak 12 ruas terbagi menjadi 4 tahap.

Untuk tahap 1 diberlakukan di ruas protokol, yakni seluruh akses menuju Simpanglima dan Jalan Pemuda setiap hari mulai pukul 18.00-06.00.

Masing-masing Jalan Pahlawan dari Tugu Tunas (air mancur) menuju Simpanglima.

Kemudian Jalan Gajah Mada dari Simpanglima sampai Jalan Pemuda.

Selanjutnya Jalan Ahmad Yani dari RRI sampai Simpanglima.

Adapun Jalan Pandanaran dari Tugu Muda sampai Simpanglima.   

Adapun tahap 2 meliputi tiga jalan berlaku 24 jam.

Masing-masing Jalan Dr Wahidin hanya di jalur menuju Tanah Putih, mulai persimpangan Kaliwiru sampai persimpangan Sisingamangaraja.

Kemudian Jalan Lamper Tengah dari persimpangan Majapahit sampai persimpangan Mrican.

Adapun Jalan Tanjung dari persimpangan Imam Bonjol sampai persimpangan Pemuda.

Kemudian tahap 3 adalah Jalan Lamongan Raya Sampangan dan Jalan Supriyadi selama 24 jam.

Jalan Lamongan Raya ditutup dari arah simpang Sampangan.

Adapun Jalan Supriyadi ditutup dari arah simpang Tlogosari ke Jalan Majapahit. (iwan arfianto/reza gustav) 

VIRAL! Rumah Mewah Terima Bantuan PKH di Brebes, Pemilik: Bangun Rumah Pakai Iuran Keluarga

Polisi Berstatus PDP Meninggal di RS Bhayangkara, Almarhum Ipda MAT Dikenal Sosok yang Rajin Ibadah

Menjelang Azan Maghrib SU Gerebek Istrinya yang Selingkuh, Minta Mereka Menikah Saja

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Angin Kencang dan Petir 2 Hari ke Depan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved