Berita Regional
PSBB Bandung Akan Dihentikan Besok, Pengamat Anggap Belum Berhasil
Walikota Bandung, Oded M Danial menganggap pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) di Kota Bandung, Jawa Barat, berhasil.
TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Walikota Bandung, Oded M Danial menganggap pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) di Kota Bandung, Jawa Barat, berhasil.
Dengan demikian, PSBB di Kota Bandung akan dihentikan, Selasa (5/5/2020).
Namun, pengamat kebijakan publik, Prof Cecep Darmawan menilai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bandung belum berhasil sepenuhnya.
• Mulai Besok, PSBB Bandung Akan Dihentikan Padahal Jumlah Pasien Positif Corona Meningkat 80 Orang
• Dendam Kesumat Sama Suami Disebut Perempuan Sial, Istri Bunuh Anak Tiri 5 Tahun Didorong ke Sungai
• Menhan Prabowo Subianto Pantau Kesehatan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso Alami Pendarahan Otak
• VIRAL! Rumah Mewah Terima Bantuan PKH di Brebes, Pemilik: Bangun Rumah Pakai Iuran Keluarga
Selain melandainya jumlah pasien positif Covid-19, tentunya ada banyak parameter lain yang menjadi tolok ukur keberhasilan PSBB yang justru belum terlihat selama 14 hari penerapan PSBB di Kota Bandung.
"Kelihatannya belum ya, belum sepenuhnya, ada sih perubahan setidaknya dari gambarannya perubahan perilaku masyarakat, tapi belum menyentuh keseluruhan," ujar Cecep, saat dihubungi, Senin (4/5/2020).
Cecep mengaku sempat menyaksikan bagaimana kondisi di beberapa ruas jalan yang masih ramai saat PSBB. Menurutnya, itu merupakan risiko dari PSBB yang kebijakannya setengah-setengah.
"Ya, memang kalau PSBB risikonya begini, ini kan kebijakan setengah-setengah, beda dengan lockdown (karantina wilayah), ketat sekali, kalau PSBB. Ya, longgar, kan ada jalan-jalan tertentu yang tidak dijadikan posko, seakan bebas-bebas aja nampaknya," katanya.
Salah satu kesuksesan penerapan PSBB, kata dia, bukan hanya pada penegakan aturannya di lapangan, tetapi meningkatkan kedisiplinan di masyarakat. Selama PSBB, masih banyak masyarakat yang abai dengan aturan yang diterapkan saat PSBB.
"Tapi disiplinnya masyarakat juga harus ada jaminan bantuan sosial dari pemerintahnya. Jadi ini lingkaran setan ya, jadi kalau mau disiplin di hilir, ya hulunya dulu justru disiplin," ucapnya.
Perlu Evaluasi
Pengamat kebijakan publik yang juga Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai, sebelum membuat kebijakan Pemkot Bandung idealnya melakukan evaluasi yang komprehensif.
"Nah, hemat saya kalau memang Kota Bandung sudah yakin dengan hasil evaluasinya. Ya, silakan saja," ujar Cecep, saat dihubungi, Senin (4/5/2020).
Hanya, kata Cecep, indikator keberhasilan selama PSBB yang sudah dicapai Pemkot Bandung harus disampaikan secara rinci dan terbuka kepada publik, agar masyarakat merasa aman dan tenang.
"Wali Kota harus membuka itu (poin-poin indikator keberhasilan PSBB), saya yakin data itu ada dan harus disampaikan ke publik agar semua lebih tenang," katanya.
Menurut Cecep, sebenarnya lebih bagus kalau Kota Bandung memperpanjang PSBB agar terintegrasi dengan Provinsi, Kabupaten dan Kota lain yang akan menerapkan PSBB pada 6 Mei 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-bandung-oded-m-danial-saat-diwawancarai-di-pendopo-kota-bandung.jpg)