Iklan Redmi Note 9 Pro Dinilai Kontroversial, Xiaomi Jepang Minta Maaf setelah Banyak Kritikan
Selain itu, kapasitas baterai dari Redmi Note 9 Pro juga menjadi salah satu catatan yang membuat Xiaomi percaya diri akan perangkat terbarunya ini
Iklan Redmi Note 9 Pro Dinilai Kontroversial, Xiaomi Jepang Minta Maaf setelah Banyak Kritikan
TRIBUNJATENG.COM - Xiaomi mendapatkan kecaman dari masyarakat Jepang beberapa hari lalu.
Protes terhadap perusahaan smartphone tersebut hadir karena iklan yang dibuat oleh Xiaomi.
Xiaomi memang baru merilis sebuah handset teranyar yaitu Redmi Note 9 Pro.
Smartphone ini memiliki spesifikasi yang diklaim memiliki banyak keunggulan.
Diketahui bahwa pada segmen kameranya, Xiaomi menyematkan resolusi sebesar 64MP dengan tambahan beberapa lensa seperti Ultra-Wide Angle, lensa Makro, dan Depth-Censor.
• Pilu, Bocah 8 Tahun Dijemput untuk Karantina: Pakaian yang Dibawa Menyembul dari Kresek Indomaret
• Romantis, Didi Kempot Bisiki Yan Vellia Kalau Lagu Ini Khusus Untuknya, Satu-satunya Lagu Buat Istri
• Lockdown Corona, 16 Pekerja Pulang Kampung Jalan Kaki, Kelelahan Tertidur di Rel KA Tewas Terlindas
• Muhammad Gariz Luiz Polisi yang Ikut Tangkap Ferdian Palenka yang Bikin Kaum Hawa Patah Hati
Selain itu, kapasitas baterai dari Redmi Note 9 Pro juga menjadi salah satu catatan yang membuat Xiaomi percaya diri akan perangkat terbarunya ini.
Perusahaan membekali daya tampung baterai sebesar 5.020mAH.
Tak hanya itu, Redmi Note 9 Pro juga dilengkapi dengan kemampuan fast-charging sebesar 30W.
Dengan spesifikasi tersebut, maka Xiaomi Jepang membuat sebuah iklan dengan menghadirkan seorang pria yang sedang ingin makan di sebuah warung sushi.
Terlihat dalam video bahwa sushi tersebut adalah penggambaran dari baterai yang diisi dengan kemampuan 30W fast-charging.
Saat pria tersebut memakan sushi tersebut, pria berbaju putih itu langsung mengalami perubahan dari bentuk tubuh yang membesar hingga terbang ke angkasa.
Tak lama setelah itu, pria itu terbang ke angkasa dan meledak dengan kekuatan yang digambarkan cukup besar.
Dengan tampilan tersebut, masyarakat Jepang merasa tersindir oleh pihak Xiaomi yang dinilai telah mengulang peristiwa bom nuklir yang pernah terjadi di negara sakura itu.
Melansir dari AndroidAuthority, permasalahan hadir ditambah karena pihak Xiaomi memanggil pria itu dengan nama "Pria Gemuk".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tangkapan-layar-iklan-xiaomi-redmi-note-9-pro-di-jepang.jpg)