Breaking News:

Mudik

Sejarah Mudik Lebaran di Masyarakat Nusantara, Sudah Ada Sejak Era Kolonial

Saat mudik menjadi fenomena yang cukup besar pada 1970-an silam, bus penuh, kereta api sesak, dan angka kecelakaan lalu lintas cukup signifikan, namun

Editor: m nur huda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Tol Cipali KM 181, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/6/2018). Kemacetan sepanjang 8 km tersebut diakibatkan adanya kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Hanya suatu keyakinan yang kuat dan tradisi yang berakar lama yang bisa membuat orang mau bergerak dengan jumlah sebanyak itu.

"Itulah mudik Lebaran, tradisi pulang kampung menjelang Idul Fitri dan sudah dilakukan masyarakat Indonesia selama berdekade-dekade," kata Yuanda dalam diskusi daring bertajuk Kilas Balik Tradisi Mudik Indonesia, Akar Historis dan Perkembangannya, Jumat (8/5/2020).

Masyarakat menggunakan berbagai macam moda transportasi saat mudik.

Dalam perkembangannya, transportasi yang marak digunakan adalah kereta api, kemudian bergeser ke bus, kendaraan pribadi sampai melalui angkutan udara yakni pesawat terbang.

Saat mudik menjadi fenomena yang cukup besar pada 1970-an silam, bus penuh, kereta api sesak, dan angka kecelakaan lalu lintas cukup signifikan, namun hal itu tidak menyurutkan niat masyarakat untuk tidak mudik.

"Mudik adalah soal kerinduan, keinginan untuk kembali ke akar, setelah setahun berada di tanah rantau. Mudik adalah jalan untuk membawa manusia Indonesia kembali ke kebahagiaan di masa kecilnya yang indah, sebagai penghapus derita dari kisah-kisah pahit di kota selama setahun," ungkap dia.

Bicara tentang akar mudik pertama kali, memang cukup muskil untuk dijawab.

Tidak ada yang tahu kapan waktu persisnya tradisi itu mulai tercipta.

Namun, Yuanda menyatakan bahwa hal itu bisa dilacak dari sumber-sumber silam.

Mudik muncul ketika kota-kota kolonial lahir, ketika orang desa mulai bersekolah atau bekerja di kota.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved