Berita Semarang

Beredar Pesan Berantai Denda Tak Pakai Masker di Semarang, Polisi: Itu Tidak Benar

Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menyatakan bahwa pesan berantai tentang masker itu tidak benar.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Oknum TNI yang ngeyel (jas hujan pink) dihentikan petugas karena tidak memakai masker di Tembalang, Senin (11/5/2020) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pesan berantai melalui aplikasi Whatsapp terkait operasi masker di sejumlah jalan protokol Kota Semarang beredar luas.

Dalam pesan berantai itu mengonfirmasikan perihal adanya operasi masker oleh tim gabungan dari TNI-Polri di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Semarang Timur, Jalan Mataram, Semarang Selatan, dan jalan besar lainnya.

Apabila tak menggunakan masker saat melintas di beberapa jalan besar tersebut, maka tim gabungan dalam pesan berantai itu akan memberi denda sebesar Rp 300 ribu.

Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menyatakan bahwa pesan berantai itu tidak benar.

Screenshot pesan berantai soal denda.
Screenshot pesan berantai soal denda. (Istimewa)

Dia menegaskan, di Kota Semarang tidak ada penerapan sanksi berupa denda sebesar Rp 300 ribu bagi pengendara yang tidak menggunakan masker saat berlalu lintas.

"Tidak benar infonya soal denda. Kalau operasi masker memang ada di beberapa pos pam. Tapi, sifatnya himbauan persuasif. Tidak sampai ada denda," kata AKBP Ardi kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/5/2020).

Sejauh ini, kata dia, pengecekan penggunaan masker bagi pengendara juga dilakukan di sejumlah akses perbatasan masuk Kota Semarang.

Operasi PKM Kota Semarang, Tertangkap Tak Pakai Masker Wajib Nonton Film Corona

Menurut dia, hal itu dilakukan guna mendukung program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) oleh Pemkot Semarang.

"Ke Semarang memang wajib menggunakan masker. Namun, jika tidak menggunakan, tidak sampai didenda. Justru, yang tidak menggunakan, kami beri masker," jelasnya.

Suasana pelanggar tidak memakai masker ketika mengikuti edukasi virus Corona Sat Binmas Polrestabes Semarang, Senin (11/5/2020).
Suasana pelanggar tidak memakai masker ketika mengikuti edukasi virus Corona Sat Binmas Polrestabes Semarang, Senin (11/5/2020). (Tribun Jateng/Iwan Arifianto)

Sementara, Kapolsek Semarang Timur, Iptu Budi Antoro mengaku, sejauh ini, tidak ada operasi masker oleh tim gabungan di sepanjang Jalan Dr Cipto.

"Tidak ada pengecekan di sepanjang Jalan Dr Cipto sejauh ini. Jadi, jelas ga ada operasi. Apalagi denda. Itu hoax infonya," terangnya.

Seperti diketahui, operasi masker biasa ditemukan pengendara saat hendak memasuki Kota Semarang.

Contohnya di perbatasan Mangkang Kecamatan Tugu, tim gabungan melakukan operasi masker bagi para pengendara yang hendak masuk Kota Semarang.

Kapolsek Tugu, Kompol I Ketut Rahman mengaku telah menindak tegas bagi pengendara yang tidak menggunakan masker saat hendak masuk ke Semarang.

Apabila pengendara tidak menggunakan atau membawa masker, pihaknya dengan tegas tidak mempersilahkan masuk Kota Semarang.

"Banyak pengendara motor yang kami putar balik karena tidak pakai dan bawa masker. Kalau lupa pakai tapi bawa maskernya, kami beri toleransi," ungkas I Ketut.

Menurutnya, penindakan tersebut dipilih apabila stok masker untuk diberikan secara gratis di Pos Perbatasan Mangkang habis. Sehingga, pihaknya mau tak mau memutar balik pengendara yang tak menggunakan masker.

"Ya kalau kita ada stok masker, kita kasih gratis. Kalau habis, kita putar balik pengemudinya itu. Ya heran aja, masa harus terus dikasih. Kesadaran harus muncul dari diri sendiri," pungkas Kapolsek. (Tribunjateng/gum)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved