Persijap Jepara
Kiper Persijap Jepara Curhat Gaji Belum Dibayar Sejak Maret 2020, Minta Corona Lenyap dari Bumi
Kiper Persijap Jepara curhat soal gaji pemain yang belum dibayarkan sejak bulan Maret 2020 karena wabah corona.
Penulis: hesty imaniar | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Penjaga Gawang Persijap Jepara, Harlan Suardi, mengungkapkan kegelisahannya mengenai terhentinya kompetisi sepakbola Liga 2 musim 2020 karena penyebaran wabah virus Corona di Indonesia.
Penjaga gawang eks Persika Karawang musim 2018 itu mengungkapkan jika ketika wabah Corona menyerang Indonesia, semua terhenti dan membuat kondisi di tanah air tidak stabil, termasuk sepakbola.
Harlan pun menyebutkan, karena wabah Corona, persepakbolaan di Indonesia harus mengalami berbagai permasalahan.
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan Tabrak Lari Truk Vs Motor, 3 Orang Satu Keluarga Tewas
• Ternyata Perekam Video Viral Perkelahian Anak di Tuntang Semarang Bukan Orangtuanya, Tapi . .
• Kena PHK Lalu Nekat Mudik, Kakek Pembunuh Pak RT di Kebumen Ditangkap Setelah 6 Tahun Buron
• Uang Tak Cukup Bayar LC dan Karaoke Pasar Dargo, Heri Ajak Budi Membegal di Kawasan E Plaza Semarang
Mulai soal gaji pemain, isu pemotongan dana subsidi dari PT LIB, dan juga penundaan kompetisi musim kali ini yang diminta digantikan di tahun depan.
"Sebenarnya kondisi seperti ini, sangat membuat kami pesepakbola kesusahan."
"Selain itu kami juga prihatin atas kondisi sekarang ini karena Corona, namun yang pasti kami hanya rindu suasana pertandingan."
"Namun, ada kegelisahan yang kami rasakan di kondisi seperti ini, yakni soal gaji," kata Harlan, Rabu (13/5/2020) malam.
Lebih lanjut pria tersebut juga menyampaikan, bahwa gaji bulan Maret dan April yang mestinya dibayarkan ke pemain, nyatanya belum di terima.
"Jika soal pemotongan dana subsidi dari PT LIB saya tidak bisa berkomentar banyak karena itu sudah menjadi urusan klub, meski pasti jika ada pemotongan semakin merugikan tim dan pemain sepakbola."
"Tapi yang ingin saya tekankan di sini adalah hak kami yakni gaji, yang sampai saat ini belum dibayarkan sejak bulan Maret," bebernya.
Lebih lanjut pihaknya juga menegaskan bahwa pada bulan Maret kompetisi tengah berjalan, bahkan beberapa pertandingan resmi dan ujicoba sudah berjalan dan ia pun juga ditunjuk menjadi starter.
"Oleh sebab itu kami mohon juga karena kondisi sama-sama susah setidaknya hak kami sebagai pemain selama ini bisa diselesaikan."
"Jika tidak jelas akan semakin memberatkan klub ketika harus dituntut melunasi tanggung jawab mereka ke pemain," sebutnya.
Dengan demikian, harapannya secara pribadi klub yang menaungi dirinya bisa selesaikan tanggungan mereka kepada pemain khususnya gaji.
Apalagi sampai detik ini para pemain Persijap masih tetap menjalankan semua instruksi baik dari manajemen dan tim pelatih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tim-persijap-jepara-foto-bareng.jpg)