Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Syahrini Diciduk Satpol PP Gegara Mengemis Jelang Buka Puasa

Tak disangka, hari itu menjadi hari sial bagi pengemis, Syahrini. Ia diamankan Satpol PP Kabupaten Gresik.

Editor: galih permadi
surya.co.id/willy abraham
Syahrini (50) saat diamankan Satpol PP Kabupaten Gresik, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, GRESIK - Tak disangka, hari itu menjadi hari sial bagi pengemis, Syahrini.

Ia diamankan Satpol PP Kabupaten Gresik.

Wajah Syahrini terlihat letih seusai turun dari mobil Satpol PP Kabupaten Gresik.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Bayi Temanggung Dibunuh Selingkuhan Ibunya Pakai Palu Waktu Subuh

Asap Hitam Terus Mengepul dari Rumah Kremasi, Jumlah Mayat yang Dikremasi dalam Sehari Mengejutkan

Wanita Ini Tiba-tiba Sadar Ada di Dalam Pesawat Tujuan Surabaya, Histeris Saat Bangun Tidur

Tergiur Beli Mobil Innova di Facebook, Yamsari Tertipu Komplotan Penipu di Wonosobo, Begini Modusnya

Wanita berusia 50 tahun ini diciduk petugas di perumahan Gresik Kota Baru (GKB) saat mengemis menjelang buka puasa.

Warga Kecamatan Mantup, Lamongan ini hanya bisa duduk termenung di sebuah lahan dekat taman GKB.

Bersama puluhan pengemis lainnya, dia didata alamat lengkapnya.

Padahal, Syahrini baru tiba di GKB lokasinya sebagai pengemis sekitar pukul 16.00 Wib. Biasanya hari ini dia mendapat uang bersih Rp 50 ribu rupiah saat mengemis.

Dia bukan orang baru, sudah 1,5 tahun lamanya dia terpaksa menjadi pengemis. Tuntutan hidup dan jeratan hutang memaksanya menutup usaha toko yang ia rintis.

Di Gresik, Syahrini hanya bersama cucunya saja yang masih berusia 2 tahun.

"Cucu saya titipkan orang saya bayar Rp 15 ribu perhari. Sedangkan saya bekerja sebagai pengemis," kata dia.

Saat ini, dia menyewa rumah kos seharga Rp 300 ribu di Desa Samir, Kecamatan Duduksampeyan bersama cucunya.

Selama bulan Ramadan, dia mampu memperoleh uang Rp 60 ribu sekali mengemis. Sedangkan sebelum Ramadan penghasilannya hanya Rp 40 ribu.

"Sekarang saya tidak ada keluarga di sini dan di Lamongan," pungkasnya.

Kepala Satpol PP Gresik Abu Hasan mengatakan 50 gelandangan dan pengemis itu dirazia saat melakukan operasi di perumahan GKB. Mereka  berasal dari luar daerah Gresik.

"Ada yang berasal dari Bojonegoro, Tuban, hingga Rembang kita pulangkan hari ini juga," kata dia.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved