Bola Lokal
Widyantoro Pasrah Soal Nasib Liga 2 pada Pemerintah, Minta Dana Subsidi Jangan Dipotong
Wabah virus Corona yang saat ini masih terus merajalela di tanah air memaksa kompetisi sepakbola khususnya di Liga 2 musim tahun 2020 ini harus terhen
Penulis: hesty imaniar | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Wabah virus Corona yang saat ini masih terus merajalela di tanah air memaksa kompetisi sepakbola khususnya di Liga 2 musim tahun 2020 ini harus terhenti sementara waktu.
Namun, berhentinya kompetisi sepakbola sampai dengan pertengahan tahun ini, membuat sejumlah pelaku sepakbola, pemain sepakbola, dan pengurus klub menyerahkan segala keputusan apakah dilanjutkan atau tidaknya kompetisi sepakbola ini, khususnya di Liga 2.
Salah satunya Pelatih Kepala Persijap Jepara, Widyantoro yang menyerahkan kelanjutan kompetisi Liga 2 musim 2020 ini atau tidak kepada pihak pemerintah dan PSSI selaku federasi.
• Viral Video Mayat Melambaikan Tangan dari Dalam Peti, Disebut Terjadi di Manado
• Ketakutan Masyarakat Bergeser, dari Takut Terpapar Virus Corona Jadi Takut Kelaparan
• Rapat dengan Presiden Brasil Via Zoom, Ada Peserta yang Telanjang Lupa Matikan Kamera
• Update Kasus Corona Jateng: Bertambah Jadi 1.160 Kasus, 480 Sembuh, dan 84 Meninggal
• 4 Karya Lagu Didi Kempot Terbaru Dirilis Sekaligus, Berjudul Istighfar Sak Kuatmu, Aku Kudu Piye
• Kisah Guru di Karanganyar, Datangi Rumah-rumah Siswa untuk Mengajar Selama Pandemi Corona
"Saya hanya tidak ingin kompetisi ini kembali digulirkan namun dengan kesan paksaan. Apalagi ini urusannya sama virus atau soal kesehatan jadi saya rasa saya serahkan nasib Liga 2 musim tahun 2020 ini ke PSSI dan pemerintah," katanya, Sabtu (16/5/2020).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Wiwid itu juga menambahkan bahwa pengurus federasi sepakbola Indonesia itulah yang paham betul bagaimana kondisinya jika liga di putar saat ini, meski kasus virus Corona ini belum reda di tanah air.
"Saya hanya merasa kesehatan jauh lebih penting. Namun keputusan terbaik untuk semuanya saya yakin PSSI dan pemerintah lebih paham betul," bebernya.
Selain soal apakah liga akan tetap di putar tahun ini atau tidak, Persijap Jepara juga menyerahkan nasib kompetisi ke pihak operator selain ke PSSI.
Seperti sebelumnya, disebutkan bahwa Persijap Jepara melalui Manager Tim Persijap Jepara, Arief Setiadi juga meminta agar soal rencana pemotongan dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) juga tidak dilakukan karena hal itu berkaitan dengan kelangsungan hidup klub sepakbola ditengah pandemi COVID-19 saat ini.
"Oleh karena itu kami ingin yang bersangkutan juga bisa segera memutuskan nasib kompetisi Liga 2 saat ini. Dan soal rencana pemotongan dana subsidi dari PT LIB kami tidak setuju, karena hal itu menyangkut keberlangsungan tim kami," ujarnya.
Perlu diketahui, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia telah mengeluarkan edaran bahwa kompetisi di Indonesia bisa digelar di pada bulan Juli apabila pemerintah tidak memperpanjang masa tanggap darurat bencana non alam Corona yang saat ini ditetapkan hingga 29 Mei 2020.
Namun, keputusan tersebut dapat berubah mengingat hingga saat ini virus Corona belum bisa diatasi dan penderitanya yang positif di Indonesia pun masih terus bertambah.(hei)
• Ironis, Kakek di Kebumen Cabuli Bocah, Kapolres Ungkap Modusnya
• Diduga Palsukan Dokumen, Pengurus Perusahaan Bata di Demak Dilaporkan Ke Polda Jateng
• Ketua PIMA JT Terenyuh, Donasi Bantuan Tahun Ini Berlipat hingga 1.290 Sembako
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemain-persijap-jepara-latihan.jpg)