Wabah Virus Corona
Cerita Para Pasien Virus Corona, Alami Gejala Aneh Berminggu-minggu
Pada pertengahan Maret 2020, seorang profesor penyakit menular Liverpool School of Tropical Medicine, Paul Garner, mengalami "sedikit batuk".
Selain itu, Garner juga mengaku sesak napas, pusing, dan mengalami radang sendi pada tangan.
Setiap kali ia berpikir bahwa penyakitnya akan segera sembuh, gejala-gejala tersebut kembali muncul.
"Ini sangat membuat frustasi. Banyak orang mulai ragu pada dirinya sendiri," tambah dia.
Garner menyebut bahwa virus menyebabkan banyaknya perubahan imun dalam tubuh, banyak patologi aneh yang belum dapat dipahami.
Penelitian terbaru: gejala yang muncul dan hilang dalam waktu lama
Berdasarkan penelitian terbaru, sekitar 1 dari 20 pasien Covid-19 mengalami gejala yang muncul dan hilang dalam waktu yang lama.
Waktunya beragam, bisa dua bulan, tiga bulan, atau bahkan lebih.
Garner mengatakan, salah satu penyakit yang menunjukkan kesamaan pola ini adalah DBD.
"Demam berdarah memiliki gejala yang datang dan pergi," ujar dia.
Sementara itu, Profesor Tim Spector dari King's College London, memperkirakan, ada sejumlah kecil orang tetapi signifikan, yang mengalami bentuk gejala panjang atau long tail dari virus.
Spector sendiri merupakan kepala tim penelitian King's College London yang mengembangkan aplikasi pelacak Covid-19.
Aplikasi ini memungkinkan orang yang terduga memiliki penyakit tersebut untuk menuliskan gejala yang dialaminya setiap hari.
Hingga kini, tercatat 3-4 juta orang telah menggunakannya, kebanyakan warga Inggris dan Amerika Serkat.
Spector memperkirakan, 200.000 orang di antaranya melaporkan gejala yang berlangsung selama masa penelitian, yaitu 6 minggu.
Ada data klinis yang baik dan tersedia untuk pasien-pasien yang pada akhirnya harus pergi ke rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/virus-corona-gejala-isolasi-karantina-work-from-home-wfh-social-distancing-masker.jpg)