Ramadan 2020
Cerita Mahasiswa Indonesia Puasa di Australia, Cuma 12 Jam
Adanya pembagian waktu di seluruh dunia membuat perbedaan durasi atau lamanya orang menjalankan ibadah puasa ramadan.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
"Sedangkan untuk sahur, saya memilih menu oatmeal.
Oatmeal dicampur susu dan buah-buahan, kemudian dipanaskan dengan microwave, cukup 3 menit sudah tersaji," tuturnya.
Menurutnya, untuk saat ini di tengah pandemi covid-19, pemerintah negara bagian Victoria melarang adanya perkumpulan orang dalam skala besar.
"Oleh sebab itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI, atau komunitas beasiswa seperti LPDP atau AAS tidak melaksanakan buka puasa bersama.
Namun, terkadang antar-orang Indonesia saling mengirimkan takjil buka puasa dengan cara diantar ke rumah teman sesama orang Indonesia," ucapnya.
Selama menjalani puasa di Negeri Kanguru, sebagai orang Indonesia, di kangen dengan beberapa penganan takjil yang dijual di pinggir jalan.
"Saat puasa seperti ini, tentu saja (kangen, red) aneka takjil dan goreng-gorengan yang bebas dijualbelikan di pinggir jalan.
Hal itu tidak bisa saya temui di Australia kecuali buat sendiri atau beli ke teman sesama Indonesia yang menjual menu ramadan secara online," ungkapnya.
Mengenai perbedaan secara spesifik masakan Indonesia dan Australia, dia menuturkan ada pada bumbu dan porsi.
"Di sini, makanan cenderung tidak terlalu banyak bumbu rempah seperti di Indonesia.
Sedangkan dari segi porsi, jauh lebih besar porsi makanan di Australia.
Satu porsi Fried Chicken misalnya, untuk ukuran orang Indonesia bisa untuk makan 2 kali," ungakapnya.
Dia melanjutkan, selain itu, aroma daging di sini cenderung lebih kuat.
"Di Australia sendiri tidak ada makanan khas secara spesifik, tetapi banyak makanan yang diadopsi dari berbagai negara, karena Australia dikenal sebagai negara multietnis.
Sebut saja dari Eropa, Turki, Thailand, Chinesefood, India, Indonesia, Amerika Serikat, dan lain-lain," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muhammad-subhan-mahasiswa-monash-university-australia-berfo.jpg)