Berita Pekalongan
Mensos Juliari Batubara Pastikan Pemberian BST di Pekalongan Berjalan Lancar
Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara memastikan pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar dan aman.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara memastikan pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar dan aman.
Mensos melakukan tinjauan langsung di Kecamatan Bojong, Jumat (22/5/2020).
"Saya hadir di sini atas arahan Presiden.
• M Nuh Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Rp 2,550 M Tidak Ditangkap, Ternyata Bukan Pengusaha
• 2,5 Jam Mencari Rumah Bu Imas, Anggota DPR Ini Tak Kuasa Menahan Sedih saat Sampai, Ini Janjinya
• Tetap Memeluknya saat Meregang Nyawa, Terungkap untuk Siapa Seikat Bunga yang Dibawa Okta
• Luna Maya: Mungkin Buat Orang Gue Ini Busuk Banget, Tapi kok Gue Bahagia ya Sekarang?
Untuk memastikan BST disalurkan kepada masyarakat dengan lancar.
Saya pastikan memang berjalan lancar. Dan yang penting rakyat happy," kata Juliari.
Menurutnya, dari pantauan pelaksanaan penyaluran di Kecamatan Bojong bagus dan tertib, meski dilakukan di luar kantor pos.
"Pada kunjungan ke Kabupaten Pekalongan, saya mendapat beberapa masukan diantaranya penyalurannya agar lebih cepat dan ditambah petugas verifikasi serta juru bayar," ujarnya.
Mensos mengungkapkan, sebelum lebaran di Kabupaten Pekalongan BST tahap satu selesai dan selanjutnya bakal disusul tahap dua dan tiga usai lebaran.
Diharapkan, semua berjalan lancar.
"Total di Jawa Tengah penerima bansos tunai sebanyak 1.193.445 keluarga penerima manfaat (KPM),"" ungkapnya.
Terpisah, Wahyu Wiharjo (54) warga Desa Duwet, Kecamatan Bojong penerima bansos BST mengatakan, bantuan yang diterima itu dalam bentuk uang sebesar Rp 600 ribu.
"Rencananya uang ini akan digunakan untuk kebutuhan sendiri dan membantu istri untuk dagang sayur di desa," katanya.
Menurutnya, bantuan ini sangat berguna sekali untuk warga yang benar-benar membutuhkan.
"Pekerjaan saya itu serabutan mas, sejak adanya virus corona perekonomian lesu.
Mau keluar dari rumah, jalan-jalan desa di tutup.