Berita Semarang
Dinkes Kota Semarang: New Normal Wajib dan Mutlak Terapkan Protokol Kesehatan, Kalau Tidak, Hancur!
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, peran serta masyarakat dalam menghadapi new normal sangat dibutuhkan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: M Syofri Kurniawan
Sejauh ini, puluhan pasar telah disasar.
Dua pusat perbelanjaan juga sudah dilakukan swab maupun rapid tes yakni di Ada Swalayan dan Paragon Mall.
Menjelang dan pasca idul fitri, petugas juga telah menyasar beberapa masjid di Semarang Barat, Gunungpati, dan Gayamsari.
"Hasil rapid test, ada beberapa yang reaktif.
Paling banyak memang di Pasar Kobong.
Pasar Peterongan yang reaktif ada dua, Karangayu ada satu.
Di Masjid Semarang Barat ada dua yang reaktif.
Lainnya non reaktif.
Sedangkan hasil swab test masih menunggu," sebut Hakam.
Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan masyarakat untuk menyiapkan inovasi menjelang new normal.
"Saya minta memberikan inovasi maksimal 6 Juni sebelum memutuskan 8 Juni new normal seperti apa.
Misalnya, Dinas Pendidikan, Juli nanti kelas 5 dan 6 boleh masuk dengan SOP kesehatan masker, yang kelas 1-4 mungkin seminggu dua kali.
Digilir. Atau mungkin pakai sekat mika.
Di Dinas Pariwisata, massage pakai sarung tangan," urai Hendi, sapaannya.
Sementara pengaturan bekerja, pihaknya pun sudah menerapkan sistem shift di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-iiooo.jpg)