Berita Semarang
Dapat Kekerasan dari Keluarga, TM Melahirkan Bayi di Kebun Belakang Hotel Bandungan
TM melahirkan bayi di kebun tepatnya di belakang Hotel Dua Putra, Ngaglik, Pakopen, Bandungan, Semarang, Jumat (22/5/2020) lalu.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Perlakuan kekerasan diterima seorang remaja perempuan bernama inisial TM (16), asal Dusun Tegalsari, Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kekerasan itu diterima TM oleh keluarganya sendiri, hingga TM harus melahirkan anaknya di kebun tepatnya di belakang Hotel Dua Putra, Ngaglik, Pakopen, Bandungan, Semarang, Jumat (22/5/2020) lalu.
"Dia setelah melahirkan tetap berada di kebun itu, bersembunyi sampai ditemukan warga dua hari setelahnya dan dibawa ke bidan," jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Romlah, Kamis (28/5/2020).
• Rapid Test di Pasar Bandarjo Ungaran, 3 Orang Dinyatakan Reaktif
• Hasil Rapid Test, Sopir Pribadi Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo Dinyatakan Reaktif Corona
• Seorang Napi yang Divonis Penjara 492 Tahun Tewas Terpapar Virus Corona, Sempat Dibawa Ke RS
• Mahfud MD Jelaskan Maksud Meme Corona is Like Your Wife yang Diperoleh dari Luhut
• Polisi Ungkap Motif Penyebar Video Syur Mirip Syahrini, Benci karena Ada Sosok yang Direbut

Romlah menjelaskan, keluarga TM merupakan keluarga yang taat beragama namun berpendidikan rendah.
Namun menurut Romlah TM sering dimarahi ibunya, dan dipukuli adiknya, MS (13).
TM pun sempat melarikan diri dari rumah dua tahun lalu untuk bekerja di salah satu rumah makan di Kabupaten Semarang.
"Setelah kabur selama dua tahun, yang bersangkutan hamil dan pulang ke rumah. Namun adiknya mungkin malu karena pulang-pulang kok hamil."
"Maka dipukuli oleh adiknya dan dimarahi ibunya," katanya.
Setelah melihat kondisi TM, Romlah mengatakan akhirnya MS pun mengaku menyesal telah memukuli kakaknya.
Saat ini kondisi TM lemah dan menurut Romlah, yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Ambarawa untuk perawatan lebih lanjut.
"Bayi TM kondisinya baik, beratnya normal 2,4 kilogram," jelasnya.
Romlah juga menjelaskan keluarga TM saat ini belum dapat menerima keadaan TM yang hamil dan melahirkan tanpa seorang suami. Sedangkan keadaan TM saat ini masih belum dapat ditanyai sebab kondisinya yang lemah.
"Keluarga yang bersangkutan tak bisa mengasuh anak TM, sementara dirawat di bidan."
"Kami segera komunikasi dengan perawat desa terkait bayi itu ke depannya seperti apa. Apakah diasuh negara atau seperti apa," lanjut dia.
Lebih jauh Romlah mengatakan pihaknya juga telah mengkoordinasikan hal ini ke kepolisian, terkait pria yang bertanggungjawab atas kehamilan TM.
Sebab menurutnya ada dugaan pelecehan seksual yang bisa terjadi.
"Untuk TM selanjutnya kami dampingi ke psikiater," jelas dia. (Ahm)
• Bayi Usia 9 Bulan di Kota Magelang Positif Corona, Diduga Terpapar dari Ayah yang Pulang Kampung
• Balita Terpapar Corona di Solo Bertambah, Kini Ada Bayi Usia 2 Bulan Bertatus PDP
• Video Remaja 18 Tahun Digilir 5 Pria Dalam Rumah Kosong di Tulungagung Viral, Ini Fakta-faktanya
• Viral Video Larangan Hamil Tapi Kawin Boleh, Ini Penjelasan Dinas Kesehatan Kota Semarang