Breaking News:

Berita Semarang

Dinkes Semarang Kena Serangan Hoaks Sarung Tangan Rapid Test Massal Bikin Penularan Virus Corona

Kabar hoaks kembali beredar di Grup Whatsapp. Kali ini yang diserang Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Istimewa
Isi pesan whatsapp yang menyebut rapid atau swab test tidak steril karena sarung tangan yang digunakan tak diganti, sehingga memunculkan potensi penularan covid-19 saat melakukan penjaringan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabar hoaks kembali beredar di Grup Whatsapp. 

Kali ini yang diserang Dinas Kesehatan Kota Semarang

Kabar itu berupa narasi penggunaan sarung tangan tak steril oleh petugas tes swab. 

Viral Warung Makan Jual Ikan Gurame 3 Porsi Rp 1,3 Juta

BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tutup Tol Ungaran Arah Semarang, Kendaraan Keluar di Exit Toll Ungaran

Ini Isi DM Luna Maya Kepada Syahrini Saat Tahu Reino Barack Susul Inces di London

Warga Perum Bukit Manyaran Semarang Sering Dengar Suara Patahan Material di Bawah Rumah Tiap Malam

Polisi pun belum mampu mengungkap siapa penyebar berita bohong itu. 

Berikut narasi yang beredar tersebut. 

Text:

"Bila tiba-tiba anda/panjenengan terjebak dalam operasi rapid tes dadakan/ujug ujug datang petugas yang mengharuskan mengikuti rapid tes, maka yang perlu diperhatikan adalah sarung tangan petugas, kalau sarung tangan yang dipakai hanya itu-itu saja (satu) yang dipakai, tanpa di ganti-ganti, dimana setelah petugas itu pegang orang/pasien yang rapid tes, kemudian tanpa ganti sarung tangan petugas lalu memegang anda/panjenengan, maka disinilah letak rawannya penularan virus nya, karena kita ngga tau dan petugas pun ngga tau, apakah orang yang dipegang sebelum kita tadi, orang tersebut positif/reaktif atau negatif."

Kabar itu segera dibantah pihak Dinkes Kota Semarang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam berujar para petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam melaksanakan kegiatan swab test atau rapid test dipastikan selalu mematuhi standar operational prosedur penggunaan APD ( Alat Pelindung Diri ).

"Petugas rapid atau swab tes DKK Semarang selalu mengganti sarung tangan setiap kali ganti pasien."

"Jadi masyaraat tidak perlu resah atau kawatir dengan isu penularan covid-19 melalui sarung tangan petugas seperti yang diberitakan dalam pesan kaleng tersebut," tegas Hakam ketika meluruskan informasi tersebut, Minggu (31/5/2020).

Demikian juga halnya pasien diharuskan cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer setelah mendapatkan pelayanan, sehingga tidak terjadi penularan virus.

"Kami menjamin semua aman, karena kita lakukan sesuai dengan protokoler pemutusan atau pencegahan covid-19 ini," ungkapnya.

(arl)

Kedatangan Kapolsek Tugu Bikin Kaget Warga Lagi Asik Syawalan di Pesisir Pantai Mangkang Semarang

[CEK FAKTA] Viral Foto Tanah Longsor Tol Ungaran di Grup Whatsapp, Jasa Marga Klarifikasi itu Hoaks

11 Pejabat Pemerintahan Kabupaten Kendal Dinyatakan Negatif Corona, 8 Pasien Positif Sudah Sembuh

Ide Pembuatan Bilik Warung Sate Kambing Wusdi Pekalongan Jelang New Normal Mampu Tarik Pembeli

***Isi pesan whatsapp yang menyebut rapid atau swab test tidak steril karena sarung tangan yang digunakan tak diganti, sehingga memunculkan potensi penularan covid-19 saat melakukan penjaringan

 
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved