Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Warga Perum Bukit Manyaran Semarang Sering Dengar Suara Patahan Material di Bawah Rumah Tiap Malam

Rumah milik Wiwit (46) warga Perumahan Bukit Manyaran Permai kini tinggal berjarak 1 meter dari tanah longsor.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah milik Wiwit (46) warga Perumahan Bukit Manyaran Permai Kelurahan Sadeng Kecamatan Gunungpati, kini tinggal berjarak 1 meter dari tanah longsor yang terjadi di depan rumahnya.

Tanah longsor tersebut memiliki kedalaman sekira 5 meter dengan panjang 30 meter sehingga depan rumah Wiwit bak di depan jurang.

Akses jalan ke rumahnya hanya sebatas tanah selebar 1 meter.

Viral Warung Makan Jual Ikan Gurame 3 Porsi Rp 1,3 Juta

Ganjar Minta Polisi Tindak Keluarga Pasien Corona yang Ancam Tenaga Medis di Sragen

BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tutup Tol Ungaran Arah Semarang, Kendaraan Keluar di Exit Toll Ungaran

Jalur Tol Ungaran yang Sempat Tertutup Longsor Sudah Bisa Dilalui

"Saya titipkan sepeda motor di rumah tetangga, kalau masuk rumah lewat tanah selebar 1 meter yang kini juga mulai terkikis ketika hujan," paparnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2020).

Dia mengaku longsoran tanah mulai terjadi pada awal Desember 2019.

Namun belum separah seperti sekarang.

Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai Kelurahan Sadeng Kecamatan Gunungpati berada di tepian tanah longsor yang berada di depan rumah mereka, Minggu (31/5/2020).
Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai Kelurahan Sadeng Kecamatan Gunungpati berada di tepian tanah longsor yang berada di depan rumah mereka, Minggu (31/5/2020). (Tribun Jateng/ Iwan Arifianto)

Melihat kondisi itu dia berusaha menguruk longsoran dengan menggunakan material tanah di kisaran bulan Maret hingga April.

Selanjutnya longsoran tanah semakin parah akibat digerus hujan deras yang rutin terjadi akhir-akhir ini.

"Saya sudah menghabiskan sebanyak lima dump truk tanah untuk menguruk lubang depan rumah akibat longsoran tetapi sia-sia."

"Apalagi setelah hujan semalam longsoran tanah semakin parah," paparnya.

Wiwit mengatakan, setiap malam selalu was-was terutama saat turun hujan.

Pasalnya mendengar seperti suara patahan tanah yang terjadi di bawah rumahnya.

Dia menambahkan, longsoran tanah tersebut juga berusaha ditanggulangi dengan melakukan pembronjongan seadanya yang dilakukan secara mandiri tiga minggu lalu.

"Kami dengar suara kretek-kretek setiap hujan turun."

"Paling parah tadi malam sehingga semalam suntuk kami sekeluarga tidak bisa tidur," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved