Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kemenangan Petinju Floyd Pernah Bikin Donald Trump Kesal, Wasit Dinilai Tak Adil

Donald Trump sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat, memang dikenal sebagai penggemar tinju.

Editor: m nur huda
KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara di konferensi pers virus corona di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, Senin (11/5/2020). 

Aksi protes dan kerusuhan sosial telah memasuki hari ke-4 menyusul pembunuhan George Floyd (bukan Floyd Mayweather Jr) , warga Afro Amerika di tangan polisi Minneapolis, Senin (25/5/2020).

Floyd kehabisan napas saat lehernya ditindih lutut polisi yang menangkapnya atas laporan penggunaan uang palsu. Polisi menuduh Floyd melawan saat ditangkap.

George Floyd dan polisi yang menyebabkan kematiannya, Derek Chauvin.
George Floyd dan polisi yang menyebabkan kematiannya, Derek Chauvin. (kstp.com)

Rekaman detik-detik terakhir Floyd sebelum meninggal direkam warga yang menyaksikan kejadian itu.

Floyd berkali-kali mengeluh ia tidak bisa bernapas karena lehernya ditindih.

Kota Minneapolis dan tetangganya, St John, telah diberlakukan pembatasan gerak  warga sepanjang Jumat (29/5/2020) hingga Sabtu (30/5/2020) hari ini.

Perkembangan lain, di Detroit, pasukan keamanan tadi malam waktu setempat atau pagi WIB, dikabarkan menembak mati seorang pemuda di jalanan.

Pemuda yang belum disebutkan identitasnya itu tertembak di tengah kerumunan massa sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Namun polisi Detroit tidak dapat mengkonfirmasi apakah korban bagian dari pemrotes atau bukan. Namun penembakan itu terjadi di pusat kota tempat berlangsungnya protes.

Kepala Kepolisian Detroit James Craig mengatakan seseorang telah ditangkap setelah mencoba untuk menabrak seorang perwira.

“Saya tidak akan berdiri dan membiarkan segelintir penjahat datang ke sini, menyerang petugas kami, dan membuat komunitas kami tidak aman. Ketahuilah, kita tidak akan mentolerirnya, ”kata Craig.

Pengerahan militer mengatasi rusuh massa ini pertama dilakukan sesudah terakhir trjadi saat rusuh sosial di Los Angeles 1992.

Pemerintah federal juga telah menyiagakan pasukan militer di North Carolina dan New York, mengantisipasi kejadian buruk serupa di Minneapolis.

Sementara aksi unjuk rasa terjadi di berbagai kota besar di Amerika, termasuk kehadiran warga yang berusaha mengepung Gedung Putih.

Upaya represi aparat keamanan terjadi di Atlanta, Houston, Los Angeles, dan Denver. Polisi Portland lewat akun resmi mereka menyatakan kerusuhan terjadi di kota dan memerintahkan orang banyak untuk pulang.

"Sebarkan sekarang atau Anda akan terkena gas, proyektil, dan cara lain yang diperlukan untuk membubarkan massa,” twit Portland Police Sabtu subuh waktu setempat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved