Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kemenangan Petinju Floyd Pernah Bikin Donald Trump Kesal, Wasit Dinilai Tak Adil

Donald Trump sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat, memang dikenal sebagai penggemar tinju.

Editor: m nur huda
KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara di konferensi pers virus corona di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Donald Trump sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat, memang dikenal sebagai penggemar tinju.

Dia dahulu pernah bekerja bersama Mike Tyson sebagai penasihat keuangan.

Selain itu, Trump juga kerap menyewakan tempat untuk melangsungkan pertarungan tinju besar di New Jersey, AS.

Juara kelas welter versi WBC/WBA asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather Jr, berbicara kepada media dalam konferensi pers di KA Theatre, MGM Grand Hotel & Casino, Las Vegas, Rabu (29/4/2015). Mayweather akan menghadapi juara WBO asal Filipina, Manny Pacquiao, Sabtu (2/5/2015).
Juara kelas welter versi WBC/WBA asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather Jr, berbicara kepada media dalam konferensi pers di KA Theatre, MGM Grand Hotel & Casino, Las Vegas, Rabu (29/4/2015). Mayweather akan menghadapi juara WBO asal Filipina, Manny Pacquiao, Sabtu (2/5/2015). (AFP/GETTY IMAGES/ETHAN MILLER)

Sebagai penggemar tinju, Trump juga pernah kesal dengan hasil pertandingan tinju.

Kejadian itu bermula ketika Trump menyaksikan duel Floyd Mayweather Jr vs Marcos Maidana pada Mei 2014.

TNI Gunakan Helm Canggih Pendeteksi Suhu Tubuh Berjarak 10 Meter Guna Cegah Covid-19

Tim Mobil PCR Kelelahan Minta Libur Setelah 3 Hari Periksa Ratusan PDP Corona di Jatim

Kapolsek di Rembang Dicopot Setelah Mobilnya Tabrak Rumah Warga Tewaskan Balita & Nenek

Fakta dan Kronologi Intimidasi Agenda Seminar di UGM serta Tanggapan PP Muhammadiyah

Baru Bebas dari Penjara karena Asimilasi, Pria Ini Malah Cabuli Anak Calon Istri

Kala itu, Trump belum menjadi presiden Amerika Serikat.

Dalam duel pertama tersebut, Mayweather sukses menjadi pemenang atas Maidana dengan majority decision.

Mengetahui Mayweather menjadi pemenang, Trump tidak terima dengan keputusan wasit.

Dia tak terima dengan hasil yang diperoleh Mayweather, padahal sering terkena pukulan.

"Floyd Mayweather dipukul habis-habisan di 10 ronde oleh Marcos Maidana, tetapi para penyiar berkata itu adil. Dua ronde tersisa," kata Trump dikutip BolaSport.com dari World Boxing News.

"Tidak mungkin. Wasit mengatakan menang. Investigasi harus dilakukan. Bertarung lagi? Keputusan kemenangan Mayweather itu aib," lanjutnya.

Setelah duel pertama dikritik, Maidana dan Mayweather kembali bertarung.

Mayweather menjadi pemenang lagi atas Maidana dengan unanimous decision pada September 2014.

Kerusuhan di Amerika

Kerusuhan di Amerika Serikat yang terjadi di Minneapolis, belum bisa dikendalikan aparat keamanan.

Presiden AS Donald Trump pun memerintahkan pengerahan ratusan tentara Garda Nasional, polisi militer Angkatan Darat, patroli federal guna mengatasi kerusuhan di kawasan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved