Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kemenangan Petinju Floyd Pernah Bikin Donald Trump Kesal, Wasit Dinilai Tak Adil

Donald Trump sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat, memang dikenal sebagai penggemar tinju.

Editor: m nur huda
KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara di konferensi pers virus corona di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, Senin (11/5/2020). 

Portland adalah salah satu dari lebih dari 20 kota di seluruh AS yang menghadapi protes akbar masyarakat sejak Jumat malam.

Sebelumnya polisi Portland mengatakan ada "vandalisme yang signifikan" di kota terkait dengan protes, serta penembakan, meskipun mereka tidak memberikan rincian tambahan.

"Acara ini telah dinyatakan sebagai pertemuan yang melanggar hukum. Jika Anda tidak pulang sekarang, kekuatan akan digunakan untuk membubarkan Anda," lanjut pernyataan polisi Portland.

Belum terkendali

Empat polisi yang membuat George Floyd kehabisan napas hingga tewas, telah diamankan.

Seperti yang diketahui, George Floyd tewas karena kehabisan napas setelah diinjak lehernya oleh seorang polisi menggunakan lutut.

Polisi tersebut bernama Derek Chauvin dan ketiga rekannya ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian atas perannya dalam kematian George Floyd.

Aksi keempat polisi itu lantas membuat kemarahan seluruh warga Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Kemarahan warga tersebut membuat kantor polisi Minneapolis dibakar massa, terjadi penjarahan, hingga pemerintah setempat menurunkan Garda Nasional.

Dikutip dari Reuters, pihak berwenang berharap penangkapan Chauvin akan menghilangkan kemarahan publik dan mencegah kerusuhan yang berkelanjutan.

Akan tetapi, pada Jumat (29/5/2020) malam waktu setempat, sekitar 500 demonstran bentrok lagi dengan polisi anti huru hara di luar gedung Precinct Third yang sudah babak belur.

Kerusuhan tersebut membuat pihak berwajib menciptakan daerah penyangga dua blok di sekitar rumah polisi, melepaskan tembakan dengan gas air mata, peluru plastik, dan granat gegar otak, yang menghamburkan kerumunan.

Kelompok pengunjuk rasa lainnya, berkumpul di dekat stasiun Polisi Kelima kota sampai polisi tiba dan menembakkan gas air mata dan peluru plastik untuk memecah pertemuan itu.

Di dekat kejadian tersebut, sebuah bank dan kantor pos pun menjadi sasaran pembakaran.

Namun, kerumunan Jumat malam jauh lebih kecil dan lebih tersebar luas dari malam sebelumnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved