Berita Semarang
Pola Konsumsi dan Produksi di Masyarakat Berubah Sejak Pandemi Virus Corona
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadakan WEBINAR Undip SDGs Series 2020
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadakan WEBINAR Undip SDGs Series 2020 [Serie_3:12th SDGs_Responsible Consumption and Production] dengan tema “Pola Konsumsi dan Produksi yang berkelanjutan di masa Pandemi Covid-19”, pada Kamis, (28/5/2020) yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom dan Youtube.
Webinar yang diikuti oleh 2.156 peserta ini, membahas terkait dengan adanya perubahan pola konsumsi dan produksi yang ada di masyarakat ditengah adanya pandemi covid-19.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Agung Wibowo, selaku satu diantara pembicara yang turut hadir dalam acara Webinar tersebut menyampaikan adanya pandemi covid-19 menyebabkan pola perubahan konsumsi masyarakat, diantaranya seperti banyaknya masyarakat yang kini senang berbagi dan lebih sering berbelanja online.
• BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tutup Tol Ungaran Arah Semarang, Kendaraan Keluar di Exit Toll Ungaran
• BREAKING NEWS: Mati Lampu Terjadi di Sebagian Wilayah Jawa Tengah
• Viral Warung Makan Jual Ikan Gurame 3 Porsi Rp 1,3 Juta
• Ini 16 Daerah yang Alami Mati Lampu di Jateng pada Sabtu Tengah Malam
“Sementara itu untuk pergeseran perilaku konsumen sejak adanya pandemi covid-19 seperti meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan dimana masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, maraknya pembelian dengan low contact atau melalui online di masyarakat, dan gaya hidup cocooning,” tutur Agung dalam Webinar Undip, Kamis, (28/5/2020).
Gaya hidup cocooning yakni menunjukkan seseorang yang menikmati kehidupan tanpa banyak kegiatan sosial diluar rumah.
Agung juga menambahkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Grab, menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumsi masyarakat, dimana masyarakat lebih sering berbelanja online dengan hasil transaksi untuk pemesanan makanan sehat yang meningkat 7,4 persen dan pemesanan GrabMart yang meningkat 22 persen.
Adanya dampak pandemi covid-19 juga dikatakan Agung menyebabkan terjadinya supply shock dan demand shock di masyarakat, dimana dalam hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan pola konsumsi dan perubahan pola produksi.
Adapula untuk pola konsumsi di masyarakat menjadi lebih minimalis, dimana kini masyarakat hanya membeli barang yang betul-betul sangat dibutuhkan saja dan lebih berfokus kepada pola konsumsi di keluarga inti.
Sementara untuk pola produksi juga berubah, dimana pelaku bisnis lebih selektif kepada produk-produk tertentu dan juga adaptif mengikuti permintaan pasar seperti masker, handsanitizer, face shield.
“Meskipun ada supply shock dan demand shock, namun Alhamdulillahnya dalam situasi ini tercipta juga yang namanya nice market yakni suatu pasar baru yang memunculkan pola-pola bisnis baru yang dilandasi dengan inovasi dan teknologi informasi,” tambahnya.
Lanjutnya bagi para pelaku usaha yang memiliki kemampuan agility, inovatif, serta pemahaman terhadap teknologi informasi dinilai dapat dengan mudah untuk beradaptasi serta melihat celah pasar yang timbul akibat adanya pandemi covid-19.
“Apabila pelaku usaha sudah mencakup ketiga hal tersebut, maka mereka akan mampu memastikan keberlanjutan usaha yang dilakukannya. Hal ini juga penting dimiliki dalam rangka mempersiapkan era new normal,” pungkasnya. (Ute)
• Menuju New Normal, Dinkes Jawa Tengah Tambah 26 Ventilator
• Arus Balik di Pantura Pekalongan, Polisi Tak Paksa Putar Balik Kendaraan yang Menuju Jabodetabek
• 4 Orang Reaktif Virus Corona, Pasar Batur & Karangkobar Banjarnegara akan Ditutup Sementara
• Pasca Lebaran Jumlah Penumpang di Terminal Tawangmangu Karanganyar Naik 10 Persen