Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

UKSW Salatiga Buat Aksi Bikin Face Shield Tenaga Medis

Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bikin aksi membuat face shield untuk tenaga medis.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Ketua Pusat Studi e-SisTeM UKSW Salatiga Prof. Ferdy Rondonuwu saat memproduksi face shield. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pusat Studi Sains, Teknologi dan Matematika (e-SisTeM) Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga mengadakan gerakan membuat face shield.

Ketua Pusat Studi e-SisTeM Prof. Ferdy Rondonuwu mengatakan gerakan memproduksi face shield merupakan bentuk keprihatinan atas merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia termasuk Kota Salatiga.

"Sampai sekarang, tercatat lebih dari 1.000 face shield telah diproduksi pusat studi e-SisTeM ini."

"Kami menyadari memiliki sumber daya manusia dan fasilitas yang memungkinkan untuk memproduksi face shield  juga pengetahuan dan pengalaman memanfaatkan bahan untuk membuat face shield yang berkualitas sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama."

"Kami merasa perlu untuk melakukan sesuatu, khususnya bagi mereka yang berjuang di garda depan untuk menangani pandemi ini,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2020).

Viral Warung Makan Jual Ikan Gurame 3 Porsi Rp 1,3 Juta

BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tutup Tol Ungaran Arah Semarang, Kendaraan Keluar di Exit Toll Ungaran

Ganjar Minta Polisi Tindak Keluarga Pasien Corona yang Ancam Tenaga Medis di Sragen

Jalur Tol Ungaran yang Sempat Tertutup Longsor Sudah Bisa Dilalui

Menurut Ferdy Rondonuwun, face shield hasil buatan pusat studi ini ditujukan terutama untuk paramedis, baik yang menangani covid-19 secara langsung maupun paramedis di rumah sakit dan puskesmas yang melayani masyarakat luas.

Ia menjelaskan, pembuatan face shield ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas laser cutting yang biasanya digunakan untuk membuat media pembelajaran dengan konsep non-profit.

“Face shield ini diberikan secara cuma-cuma dan dijual."

"Ada donatur yang menitipkan uang untuk dibuatkan face shield dan meminta kami membagikan itu kepada paramedis yang membutuhkan."

"Ada juga rumah sakit dan dokter yang memiliki  kemampuan untuk membeli."

"Kepada rumah sakit dan dokter tersebut kami tetapkan harga yang sesuai bahan baku dan upah tenaga kerja agar produksi kami tetap berjalan," katanya

Dikatakannya, face shield buatan program studi e-SisTeM ini telah distribusikan antara lain ke Rumah Sakit Kensaras Kabupaten Semarang, RSUD Anugerah Tomohon,  Rumah Sakit Angkatan Laut Manokwari dan sejumlah puskesmas.

Untuk menghasilkan face shield yang clean, clear dan tanpa distorsi lanjutnya, pusat studi ini melakukan thermal bending akrilik secara presisi dan tepat.

Hal ini dilakukan agar para tenaga medis dapat mempertahankan visibilitasnya.

“Kami berharap pandemi dapat segera berakhir."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved